SDN di Sampang Tanpa Siswa tapi Terima MBG, Disdik Turun Tangan - detik
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang merespons viralnya SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, yang disebut tak memiliki aktivitas belajar mengajar namun tercatat menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang meninjau langsung sekolah tersebut.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sampang, Mohammad Yusuf, menyatakan telah mengkroscek sekolah tanpa segelintir siswa itu. Ia mengutarakan fakta temuan yang terjadi usai meninjau langsung sekolah itu.
"Data di dapodik terdapat 33 siswa, tapi saat kami ke lapangan (sekolah) tadi (20/1) faktanya memang tidak ada siswa yang masuk. Dari keterangan guru di sana, siswanya hanya ada pada hari Jumat. Sementara hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, informasinya mereka bersekolah di madrasah sekitar," beber Yusuf, Selasa (20/1/2026).
Yusuf juga menyayangkan sikap para guru yang ada di sekolah yang sempat terekam video viral tersebut. Ia melihat beberapa sikap yang tidak sesuai dengan etika guru, termasuk penyalahgunaan sarana sekolah untuk melihat video dangdut.
"Kami akan lakukan pembinaan, besok kami panggil mereka (yang ada di video tersebut) termasuk guru yang tidak masuk di sekolah itu," ujarnya.
Sementara itu soal pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah itu pihaknya belum bisa menanggapinya. Soal jumlah penerima manfaat MBG di sekolah itu, harus sesuai data yang ada di Dinas Pendidikan.
"Untuk MBG tadi tidak ada pengiriman, jadi gak bisa cek faktanya. Harusnya jumlahnya sesuai dengan data di Dapodik," terangnya.
Terpisah, Kepala SPPG Batoporo Barat, Hoirumman, membenarkan pengiriman MBG ke sekolah tersebut dari dapurnya. Ia mengatakan pendistribusian itu sesuai dengan jumlah yang di ajukan pihak sekolah ke dapurnya .
"Benar dari SPPG kami, kami mengirimkan MBG ke sekolah itu sesuai dengan data yang di berikan kepada kami . Jika jumlah penerima itu tidak sesuai dengan data di Dapodik itu bukan kewenangan kami, sebab data penerima itu sudah ditandatangani kepala sekolah sesuai MOU," ujarnya.
Sejauh ini tidak ada keluhan soal pendistribusian menu ke sekolah tersebut, namun sejak mendapat informasi itu pihaknya langsung menghentikan pendistribusian tersebut. Pihaknya akan menunggu klarifikasi data dari Disdik.
"Kemarin setelah mendapatkan informasi itu kami (SPPG) menghentikan sementara pendistribusian dan menonaktifkan data penerima di sekolah itu. Selanjutnya kami akan menunggu klarifikasi Disdik terkait jumlah siswa yang ada," pungkasnya.
Simak Video "Video: Sekitar 4 Persen Murid di Jakarta Nggak Ikut TKA"
(auh/dpe)