0
News
    Home Featured Spesial Wisata Wisata Indonesia

    Isu Harga Makanan Rp200 Ribu di Grojogan Sewu Karanganyar, Pengelola Tegaskan Tidak Benar - Tribunsolo

    5 min read

     

    Isu Harga Makanan Rp200 Ribu di Grojogan Sewu Karanganyar, Pengelola Tegaskan Tidak Benar - Tribunsolo.com

    Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
    TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
    DITERPA ISU NEGATIF. Suasana objek wisata Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (4/1/2026) sore pukul 15.55 WIB. Objek wisata ini diterpa isu negatif seperti harga makanan yang ngepruk. 
    Ringkasan Berita:
    • Pengelola TWA Grojogan Sewu membantah isu sepinya pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru, menyebut kunjungan masih ramai meski belum seperti sebelum pandemi.
    • Pada Minggu (4/1/2026), jumlah wisatawan mencapai sekitar 2.000 orang dan mayoritas berasal dari luar Karanganyar.
    • Pengelola juga menepis isu harga makanan mahal, menegaskan seluruh pedagang memakai daftar harga standar hasil kesepakatan bersama.

    Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

    TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kawasan objek wisata Grojogan Sewu diterpa isu tak sedap. 

    Isu ini beredar di media sosial. 

    Ada kabar harga makanan di lokasi itu ngepruk hingga Rp200 ribu. 

    Menanggapi kabar tersebut, Direktur PT Duta Indonesia Jaya sekaligus pengelola TWA Grojogan Sewu, Sukirdi, menepis isu-isu negatif yang beredar.

    Kepada TribunSolo.com, ia mengatakan tingkat kunjungan wisata Grojogan Sewu selama libur Natal dan Tahun Baru terbilang ramai.

    "Tingkat kunjungan wisatawan di sini lumayan ramai, namun tidak seramai sebelum Covid-19," kata Sukirdi, Senin (5/1/2026).

    Rekomendasi Untuk Anda
    Bupati Hamenang Bersyukur Lonjakan Wisatawan Gerakkan Ekonomi di Klaten, Kini Kejar Investasi Hotel

    Sukirdi menyebut wisatawan yang datang ke objek wisata alam tersebut saat libur Natal berasal dari luar daerah Karanganyar.

    SERBA HIJAU. Suasana Objek Wisata Grojogan Sewu yang berada di lereng gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/9/2022). Objek wisata ini diterpa isu tak sedap, disebut memberikan harga ngepruk.
    SERBA HIJAU. Suasana Objek Wisata Grojogan Sewu yang berada di lereng gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/9/2022). Objek wisata ini diterpa isu tak sedap, disebut memberikan harga ngepruk. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

    Tetap Dikunjungi Ribuan Orang

    Sukirdi mengatakan pada Minggu (4/1/2026) tingkat kunjungan wisatawan mencapai sekitar 2.000 orang.

    "Sehingga isu sepinya Grojogan Sewu saat libur Nataru saat ini tidak benar," kata Sukirdi.

    Selain itu, ia juga membantah adanya isu harga makanan yang tidak wajar di objek wisata Grojogan Sewu.

    Ia memastikan seluruh pedagang menggunakan daftar menu dengan harga standar.

    "Beredar di media sosial bahwa harga bakmi di Grojogan Sewu sampai Rp 200 ribu, itu tidak benar. Bahkan yang komplain justru pedagang karena mencari orang yang menyampaikan isu tersebut," kata dia.

    Sukirdi mengatakan, di objek wisata Grojogan Sewu harga menu berdasar kesepakatan bersama yakni:

    • Pop mie Rp 10 ribu
    • Air mineral Rp 5 ribu
    • Sate ayam Rp 15 ribu
    • Sate kelinci Rp 20 ribu

    "Kalau mau menaikkan harga, misalnya Rp 100 sampai Rp 200, itu harus melalui musyawarah terlebih dahulu. Setelah disepakati baru memberikan informasi ke kami sebagai pihak pengelola. Jadi isu-isu itu tidak benar," tegas dia. (*)

    Komentar
    Additional JS