Jadi Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Dipecat - SindoNews
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Dipecat
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Minggu, 18 Januari 2026 - 21:40 WIB
Anggota Brimobda Polda Aceh Bripda Muhammad Rio bergabung menjadi tentara bayaran di Rusia. Dia ternyata sudah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai personel kepolisian. Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews
JAKARTA - Anggota Brimobda Polda Aceh Bripda Muhammad Rio bergabung menjadi tentara bayaran di Rusia. Dia ternyata sudah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai personel kepolisian.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan, Bripda Rio telah beberapa kali menjalani sidang etik terkait dengan beberapa dugaan pelanggaran.
Baca juga: Segini Kisaran Gaji Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner
"Secara akumulatif, yang bersangkutan telah satu kali disidang KKEP atas kasus perselingkuhan, kemudian dua kali disidang KKEP atas kasus disersi dan dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia. Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang dengan putusan terakhir PTDH," ujar Joko, Minggu (18/1/2026).
Bripda Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri.
Pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto dan video, data paspor, serta data penumpang pesawat.
Berdasarkan data tersebut, yang bersangkutan tercatat melakukan perjalanan dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025, kemudian melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025.
"Berdasarkan hal tersebut, pada Kamis, 8 Januari 2026 dilakukan proses penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri serta permintaan pendapat dan saran hukum, sehingga langsung dilaksanakan Sidang KKEP pertama secara in absentia, serta Sidang KKEP kedua pada Jumat, 9 Januari 2026 di ruang Sidang Bidpropam Polda Aceh," kata Joko.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan