0
News
    Home Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran Bayangi Pasar, Harga Minyak Terangkat - indopremier

    2 min read

     

    Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran Bayangi Pasar, Harga Minyak Terangkat

    • Harga minyak menguat akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran di tengah gelombang protes.
    • Risiko mogok dan tekanan politik meningkatkan ancaman terganggunya ekspor minyak Iran.
    • Potensi kembalinya ekspor Venezuela menahan kenaikan harga lebih lanjut.

    Ipotnews - Harga minyak melanjutkan penguatan, Senin, didorong kekhawatiran meningkatnya aksi protes di Iran yang berpotensi mengganggu pasokan dari negara anggota OPEC tersebut. Namun, potensi kembalinya ekspor minyak Venezuela membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
    Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 31 sen atau 0,49 persen menjadi USD63,65 per barel pada pukul 07.06 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (12/1).
    Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menguat 30 sen atau 0,51 persen ke level USD59,42 per barel.
    Kedua kontrak tersebut melambung lebih dari 3 persen sepanjang pekan lalu, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan pemerintah Iran terhadap gelombang demonstrasi terbesar sejak 2022.
    Kelompok pemantau hak asasi manusia menyebutkan, lebih dari 500 orang tewas akibat kerusuhan sipil tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan melakukan intervensi apabila kekuatan bersenjata digunakan terhadap para demonstran.
    Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada  Reuters , Minggu, bahwa Presiden Trump dijadwalkan bertemu dengan penasihat seniornya, Selasa, untuk membahas sejumlah opsi kebijakan terkait Iran.
    Analis ANZ yang dipimpin Daniel Hynes menyatakan seruan mogok kerja di sektor industri minyak Iran turut meningkatkan kekhawatiran pasar. "Situasi ini berisiko mengganggu sedikitnya 1,9 juta barel per hari ekspor minyak," tulis mereka dalam catatan riset.
    Meski demikian, potensi lonjakan harga minyak tertahan oleh kabar bahwa Venezuela diperkirakan segera melanjutkan ekspor minyaknya. Hal ini menyusul lengsernya Presiden Nicolas Maduro dan pernyataan Trump pekan lalu bahwa pemerintah di Caracas akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya dikenai sanksi kepada Amerika Serikat.
    Kondisi tersebut memicu persaingan di kalangan perusahaan minyak untuk mencari kapal tanker dan menyiapkan operasi pengapalan minyak mentah dari kapal serta pelabuhan Venezuela yang sudah mengalami penurunan fasilitas, menurut narasumber.
    Perusahaan perdagangan komoditas Trafigura menyatakan dalam pertemuan dengan Gedung Putih, Jumat lalu, bahwa kapal pertamanya diperkirakan mulai memuat minyak dalam waktu sepekan ke depan. (Reuters/AI)

    Sumber : Admin
    Komentar
    Additional JS