Kemensos Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Bansos di 3 Provinsi Terdampak Bencana Sumatera Triwulan I 2026 - Kompas TV
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan Rp1,8 triliun untuk bantuan sosial (bansos) reguler bagi masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
"Total anggaran Rp1,8 triliun lebih untuk periode triwulan pertama Aceh, Sumut, Sumbar," terang Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Selasa (27/1/2026), via Antara.
Ia mengatakan sasaran bansos tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS).
Saifullah mengatakan mekanisme penyaluran bansos akan dilakukan dengan dua jalur yaitu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Baca Juga: 2 Bulan Usai Bencana, Korban Banjir Bandang Bireuen Aceh Masih Menanti Tempat Tinggal Layak
Ia menyatakan penyaluran bansos reguler secara keseluruhan akan mulai dilakukan Februari 2026.
Menurut keterangannya, BPNT pada 2026 diberikan senilai Rp200.000 per bulan kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). BPNT disalurkan per tahap setiap triwulan, sehingga total bantuan Januari-Maret 2026 akan senilai Rp600.000.
Sementara bantuan PKH bervariasi sesuai kategori penerima, dapat senilai Rp225.000 sampai Rp750.000.
Saifullah berharap penyaluran bansos tahap pertama dapat tepat waktu dan tepat sasaran, terlebih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar akhir November 2025 lalu, BNPB mencatat 53 kabupaten/kota terdampak.
Menurut laman BNPB, jumlah total pengungsi per 27 Januari 2026 sebanyak 111,8 ribu jiwa.
Baca Juga: Menko AHY Targetkan Infrastruktur di Aceh Membaik sebelum Bulan Ramadan
BNPB mencatat 247.949 rumah warga rusak, dengan rincian 49.633 rumah rusak berat, 58.920 rusak sedang, dan 139.396 rusak ringan.
BNPB juga mencatat kerusakan pada 215 fasilitas kesehatan, 4.546 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 866 jembatan, dan 2.165 jalan.