Kemlu Iran Sebut Kerusuhan sebagai 'Perang Teroris', Tolak Intervensi Asing - Kompas TV
Kemlu Iran Sebut Kerusuhan sebagai 'Perang Teroris', Tolak Intervensi Asing
TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei menuduh ada campur tangan asing dalam demonstrasi dan kerusuhan yang melanda negara itu dua pekan belakangan.
Baghaei menyatakan pihaknya mengantongi bukti adanya keterlibatan elemen bersenjata asing yang menargetkan warga sipil dalam demonstrasi.
Menurutnya, Teheran akan mengusut perkara ini hingga ke lembaga internasional.
Lebih lanjut, Baghaei menyebut kerusuhan yang meluas di Iran saat ini sebagai "perang teroris terhadap rakyat Iran" dan menjadi kelanjutan dari agresi AS-Israel.
Selain itu, Baghaei menyebut Iran masih membuka komunikasi dengan AS mengenai program nuklir dan situasi di negara itu.
Menanggapi pernyataan Trump bahwa Iran siap bernegosiasi dengan AS, Baghaei menyebut pihaknya menerima "pesan kontradiktif."
Meskipun demikian, Esmail Baghaei menekankan Iran berkomitmen melanjutkan diplomasi.

Namun, ia menyebut Iran tidak akan bersedia didikte dan hanya bersedia berunding dengan berdasarkan "kepentingan bersama."
"Iran adalah negara yang berdialog, tetapi kami tidak mau didikte, dan bangsa Iran tidak akan membiarkan segala bentuk intervensi asing," kata Baghaei dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan operasi militer ke Iran di tengah demonstrasi yang meluas.
Demonstrasi di Iran sejak dua pekan lalu dilaporkan telah menewaskan ratusan orang.
Lembaga Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat (AS) melaporkan jumlah korban jiwa dalam demonstrasi Iran mencapai 544 orang, termasuk 468 demonstran dan 48 petugas keamanan.
Sedangkan korban luka disebut mencapai lebih dari 10.600 orang. Human Rights Activists News Agency mengaku mendapatkan data korban dari jejaring aktivis di Iran.