0
News
    Home Featured Ilmu Pengetahuan Solo Spesial

    Kenapa Orang Solo Mengucapkan 'Kulonuwun' saat Bertamu? Ini Makna dan Filosofinya - Tribunsolo

    6 min read

     

    Kenapa Orang Solo Mengucapkan 'Kulonuwun' saat Bertamu? Ini Makna dan Filosofinya - Tribunsolo.com

    Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
    TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
    IKON KOTA SOLO - Suasana Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Rabu (12/11/2025). Orang Jawa terutama Solo sering ucapkan kulonuwun saat bertamu, ini maknanya. 
    Ringkasan Berita:
    • Kulonuwun adalah sapaan khas warga Solo Raya yang diucapkan sebelum mengetuk pintu saat bertamu, bermakna “permisi” dan berasal dari kata kulo (saya) dan nuwun (meminta).
    • Lebih dari basa-basi, kulonuwun mencerminkan etika Jawa untuk menjaga sopan santun, menghormati tuan rumah, serta memastikan kehadiran tamu tidak mengganggu keharmonisan.
    • Diucapkan dengan bahasa krama inggil sebagai simbol kerendahan hati, tradisi kulonuwun kini mulai jarang digunakan seiring perubahan zaman.

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tribuners punya pengalaman mengucapkan kulonuwun tiap bertamu ke rumah orang?

    Kata kulonuwun ini jamak diucapkan warga Solo Raya, Jawa Tengah.

    Biasa diucapkan sebelum pintu diketuk.

    Dilansir TribunSolo.com dari berbagai sumber, sapaan sederhana ini bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian penting dari etika dan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun dan keharmonisan.

    Arti Kulonuwun

    Secara harfiah, kulonuwun berarti permisi.

    Frasa ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni kulo yang berarti saya dan nuwun yang berarti meminta.

    Rekomendasi Untuk Anda
    Makna Pemasangan Bleketepe dalam Pernikahan Adat di Solo, Dipercaya sebagai Tolak Bala

    Ketika digabungkan, kulonuwun menjadi ungkapan permohonan izin yang sarat makna penghormatan.

    Dalam bahasa Indonesia, maknanya bukan hanya “permisi”, tetapi juga “saya mohon izin dengan penuh hormat”.

    Abdi dalem mengetuk pintu Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (13/2/2021).
    MAKNA PERMISI - Abdi dalem mengetuk pintu Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (13/2/2021). Orang Jawa terutama Solo sering ucapkan kulonuwun saat bertamu, ini maknanya. (TribunSolo.com)

    Lebih dari Sekadar Sapaan

    Dalam tradisi Jawa, khususnya di Solo, mengucapkan kulonuwun saat bertamu adalah bentuk kesadaran etis.

    Ucapan ini menyiratkan pesan: jangan sampai kehadiran saya mengganggu keharmonisan yang sudah ada

    Dengan kata lain, tamu menempatkan dirinya sebagai pihak yang datang belakangan dan menghormati ruang, waktu, serta keberadaan tuan rumah.

    Dilihat dari kacamata etika Jawa, kulonuwun bukanlah ucapan basa-basi.

    Ini bisa jadi pernyataan orang Jawa untuk menjaga harmoni, baik secara lahiriah maupun batiniah.

    Harmoni inilah nilai utama dalam budaya Jawa, di mana hubungan antarindividu, lingkungan, dan perasaan satu sama lain harus tetap selaras.

    Cara dan Waktu Mengucapkan Kulonuwun

    Biasanya, kulonuwun diucapkan di depan pintu rumah sambil mengetuk pintu dan menunggu tuan rumah keluar.

    Kata ini menggunakan bahasa krama inggil atau bahasa Jawa halus, yang menandakan rasa hormat kepada orang yang dituju.

    Dalam konteks sosial, penggunaan bahasa halus ini menjadi simbol kerendahan hati dan tata krama.

    Di Solo, kebiasaan ini sudah mengakar kuat sejak lama dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakatnya.

    Namun, seiring perubahan zaman, penggunaan kulonuwun mulai jarang terdengar, terutama di kalangan generasi muda.

    Nasibnya serupa dengan kata “sampurasun” dalam budaya Sunda yang perlahan tergerus modernisasi.

    (*)

    Komentar
    Additional JS