Kisah Inspiratif Luthfi Ridzki, 23 Tahun Lulus FastTrack Double Summa Cumlaude UNJ - SindoNews
3 min read
Kisah Inspiratif Luthfi Ridzki, 23 Tahun Lulus FastTrack Double Summa Cumlaude UNJ
Senin, 03 November 2025 - 14:05 WIB

Luthfi Ridzki Fakhrian saat menjadi narasumber Seminar Kepemimpinan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kisah inspiratif datang dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) . Adalah Luthfi Ridzki Fakhrian, 23 tahun, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Magister Muda berpredikat Double Summa Cumlaude melalui Program FastTrack, jalur percepatan kuliah S1 dan S2 yang hanya diikuti mahasiswa pilihan terbaik di UNJ.
Luthfi menuntaskan studi Sarjana (S1) Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ tepat waktu pada September 2024 lalu dengan IPK 3,95, sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UNJ saat itu. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan ke Program FastTrack Magister Pendidikan Sejarah dan kembali meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 3,90, dan resmi diwisuda pada 28 Oktober 2025. Menjadikannya salah satu Magister Muda berprestasi di usia 23 tahun. Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Selain cemerlang di bidang akademik, Luthfi juga dikenal sebagai pemimpin muda visioner dan berprestasi. Semasa kuliah, ia meraih lebih dari 100 penghargaan prestasi. Ia juga sempat menjabat ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, aktif menggerakkan program sosial, advokasi mahasiswa, dan kegiatan pengabdian masyarakat.
“Organisasi dan akademik bagi saya bukan sekadar aktivitas rutinitas, tapi ruang latihan karakter dan kepemimpinan tentang bagaimana kita bertanggung jawab atas diri sendiri,” ujarnya.
Kini setelah menyelesaikan studinya, Luthfi merintis sebuah startup bernama Indonesia Awet Muda @idn.awetmuda sekaligus menjadi CEO di sana. Ia juga mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di salah satu SMA Unggulan di Jakarta yakni Labschool UNJ Ciracas.
Tak hanya mengajar, Luthfi tetapi baru-baru ini juga dipercaya menjadi teladan dalam kepemimpinan. Luthfi dipercaya sebagai Pembina OSIS/MPK dan Project Officer Trip Observasi Perdana Labschool Ciracas, kegiatan pembelajaran luar kelas yang berhasil menggaet 22 sponsor, tentu hal tersebut merupakan sebuah capaian besar untuk program sekolah yang baru saja berdiri 2025 ini. Baca juga: Labschool Ciracas Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Trip Observasi di Desa Cibuntu
“Pendidikan itu bukan hanya soal teori, tapi tentang menciptakan pengalaman belajar yang membentuk pribadi luhur manusia yang mampu memanusiakan manusia lainnya,” tutur Luthfi penuh keyakinan.
Prestasinya yang gemilang dari kampus hingga dunia pendidikan menjadikan Luthfi sebagai inpirasi generasi muda berdaya dan berintegritas. Ia membuktikan bahwa akademik, kepemimpinan, dan pengabdian dapat berjalan seiring, melahirkan sosok guru muda yang cerdas, hangat, dan berdampak.
Luthfi menuntaskan studi Sarjana (S1) Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ tepat waktu pada September 2024 lalu dengan IPK 3,95, sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UNJ saat itu. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan ke Program FastTrack Magister Pendidikan Sejarah dan kembali meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 3,90, dan resmi diwisuda pada 28 Oktober 2025. Menjadikannya salah satu Magister Muda berprestasi di usia 23 tahun. Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Selain cemerlang di bidang akademik, Luthfi juga dikenal sebagai pemimpin muda visioner dan berprestasi. Semasa kuliah, ia meraih lebih dari 100 penghargaan prestasi. Ia juga sempat menjabat ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, aktif menggerakkan program sosial, advokasi mahasiswa, dan kegiatan pengabdian masyarakat.
“Organisasi dan akademik bagi saya bukan sekadar aktivitas rutinitas, tapi ruang latihan karakter dan kepemimpinan tentang bagaimana kita bertanggung jawab atas diri sendiri,” ujarnya.
Kini setelah menyelesaikan studinya, Luthfi merintis sebuah startup bernama Indonesia Awet Muda @idn.awetmuda sekaligus menjadi CEO di sana. Ia juga mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di salah satu SMA Unggulan di Jakarta yakni Labschool UNJ Ciracas.
Tak hanya mengajar, Luthfi tetapi baru-baru ini juga dipercaya menjadi teladan dalam kepemimpinan. Luthfi dipercaya sebagai Pembina OSIS/MPK dan Project Officer Trip Observasi Perdana Labschool Ciracas, kegiatan pembelajaran luar kelas yang berhasil menggaet 22 sponsor, tentu hal tersebut merupakan sebuah capaian besar untuk program sekolah yang baru saja berdiri 2025 ini. Baca juga: Labschool Ciracas Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Trip Observasi di Desa Cibuntu
“Pendidikan itu bukan hanya soal teori, tapi tentang menciptakan pengalaman belajar yang membentuk pribadi luhur manusia yang mampu memanusiakan manusia lainnya,” tutur Luthfi penuh keyakinan.
Prestasinya yang gemilang dari kampus hingga dunia pendidikan menjadikan Luthfi sebagai inpirasi generasi muda berdaya dan berintegritas. Ia membuktikan bahwa akademik, kepemimpinan, dan pengabdian dapat berjalan seiring, melahirkan sosok guru muda yang cerdas, hangat, dan berdampak.
(poe)