Lulusan Terbaik IPB University Shafiq Nayottama Raih IPK 3,90 Berkat Inspirasi Cabe Ungu - SindoNews
3 min read
Lulusan Terbaik IPB University Shafiq Nayottama Raih IPK 3,90 Berkat Inspirasi Cabe Ungu
LSenin, 05 Januari 2026 - 13:55 WIB
Shafiq Nayottama Ramadhan mencatatkan prestasi sebagai lulusan terbaik IPB University dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Foto/IPB University.
A
A
A
JAKARTA - Shafiq Nayottama Ramadhan mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik IPB University dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Mahasiswa Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University ini resmi diwisuda pada Desember 2025.
Alumnus SMA Negeri 2 Semarang tersebut mengaku ketertarikannya pada dunia pertanian, khususnya pemuliaan tanaman, bermula sejak masih duduk di bangku SMA. Saat mengikuti kegiatan IPB Goes to School, Shafiq pertama kali mengenal cabe hias ungu berukuran kecil yang merupakan karya peneliti IPB University, Prof Syukur.
Baca juga: Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Sarjana Pertama di Keluarganya dan Lulusan Terbaik IPB
Presentasi mengenai cabe ungu tersebut memicu rasa ingin tahu Shafiq terhadap proses pemuliaan tanaman dan cerita di balik lahirnya varietas-varietas unggul baru. Ketertarikan itu pula yang mengantarkannya diterima sebagai mahasiswa IPB University melalui jalur SNMPTN, yang kini dikenal sebagai SNBP.
“Rasa syukur itu semakin berlipat ketika saya benar-benar menjadi mahasiswa bimbingan Prof Syukur, sosok yang karyanya dulu mencuri perhatian saya saat SMA,” kata Shafiq, dikutip dari siaran pers, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Dari Aktivis Kampus hingga Lulusan Berprestasi, Kyori Tandiah Rayakan Kelulusan di BINUS
Selama kuliah, Shafiq menekuni penelitian bertajuk evaluasi keragaan dan daya hasil cabai keriting hibrida dan nonhibrida. Riset yang dijalani selama satu tahun tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan akademiknya.
“Saya sangat menikmati seluruh prosesnya, mulai dari penyilangan tetua, penyortiran benih, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan, hingga pemanenan berulang kali,” tuturnya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Luthfi Ridzki, 23 Tahun Lulus FastTrack Double Summa Cumlaude UNJ
Tak hanya unggul secara akademik, Shafiq juga aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri. Ia pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Bengkulu serta Program Magang Merdeka di Edufarmers International. Melalui kegiatan tersebut, Shafiq terjun langsung mendampingi petani dan melihat secara nyata berbagai tantangan budidaya pertanian di lapangan.
“Bertemu petani, berdiskusi, dan melihat perubahan nyata dari hasil pendampingan membuat saya semakin yakin dengan pilihan bidang yang saya tekuni,”pungkasnya.
Alumnus SMA Negeri 2 Semarang tersebut mengaku ketertarikannya pada dunia pertanian, khususnya pemuliaan tanaman, bermula sejak masih duduk di bangku SMA. Saat mengikuti kegiatan IPB Goes to School, Shafiq pertama kali mengenal cabe hias ungu berukuran kecil yang merupakan karya peneliti IPB University, Prof Syukur.
Baca juga: Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Sarjana Pertama di Keluarganya dan Lulusan Terbaik IPB
Presentasi mengenai cabe ungu tersebut memicu rasa ingin tahu Shafiq terhadap proses pemuliaan tanaman dan cerita di balik lahirnya varietas-varietas unggul baru. Ketertarikan itu pula yang mengantarkannya diterima sebagai mahasiswa IPB University melalui jalur SNMPTN, yang kini dikenal sebagai SNBP.
“Rasa syukur itu semakin berlipat ketika saya benar-benar menjadi mahasiswa bimbingan Prof Syukur, sosok yang karyanya dulu mencuri perhatian saya saat SMA,” kata Shafiq, dikutip dari siaran pers, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Dari Aktivis Kampus hingga Lulusan Berprestasi, Kyori Tandiah Rayakan Kelulusan di BINUS
Selama kuliah, Shafiq menekuni penelitian bertajuk evaluasi keragaan dan daya hasil cabai keriting hibrida dan nonhibrida. Riset yang dijalani selama satu tahun tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan akademiknya.
“Saya sangat menikmati seluruh prosesnya, mulai dari penyilangan tetua, penyortiran benih, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan, hingga pemanenan berulang kali,” tuturnya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Luthfi Ridzki, 23 Tahun Lulus FastTrack Double Summa Cumlaude UNJ
Tak hanya unggul secara akademik, Shafiq juga aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri. Ia pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Bengkulu serta Program Magang Merdeka di Edufarmers International. Melalui kegiatan tersebut, Shafiq terjun langsung mendampingi petani dan melihat secara nyata berbagai tantangan budidaya pertanian di lapangan.
“Bertemu petani, berdiskusi, dan melihat perubahan nyata dari hasil pendampingan membuat saya semakin yakin dengan pilihan bidang yang saya tekuni,”pungkasnya.
(nnz)