0
News
    Home Featured IPTEK Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Pendidikan Pendidikan Tinggi S3 Scopus Spesial

    Perjuangan Mardiah, Lulus S3 IPB di Usia 26 Tahun dan 17 Publikasi Terindeks Scopus - SindoNews

    3 min read

     

    Perjuangan Mardiah, Lulus S3 IPB di Usia 26 Tahun dan 17 Publikasi Terindeks Scopus

    Senin, 29 Desember 2025 - 17:29 WIB

    Mardiah Rahmadani berhasil menjadi lulusan terbaik program doktor IPB University dengan IPK sempurna 4.00. Foto/IPB University.
    A
    A
    A
    JAKARTA - Mardiah Rahmadani berhasil menjadi lulusan terbaik program doktor IPB University dengan IPK sempurna 4.00. Gelar doktor itu ia raih di usia 26 tahun.

    Berkat program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul ( PMDSU ), Mardiah berhasil menjadi doktor pertama di keluarganya hanya dalam kurun waktu 35 bulan.

    Baca juga: Kisah Jessie Manopo, Doktor Fisika Termuda ITB dengan Predikat Summa Cumlaude

    PMDSU


    PMDSU yang diiniisasi Kemendiktisaintek memungkinkan Mardiah menepuh Pendidikan berjenjang S1 hingga S3 di IPB University selama kurang dari delapan tahun.

    “Kesempatan belajar hingga jenjang doktor dapat saya wujudkan berkat dukungan beasiswa PMDSU,” tutur Mardiah, dikutip dari laman IPB University, Senin (29/12/2025).

    Baca juga: 5 Artis Indonesia yang Punya Gelar S3, Nomor 4 Sukses Jadi Dosen

    Punya 17 Publikasi Ilmiah


    Selama menjalani studi pascasarjana di IPB University, Mardiah mencatatkan 17 publikasi ilmiah terindeks Scopus, H-index 5, dan satu publikasi nasional. Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan ekosistem akademik kampus.

    “Dukungan grup riset, dosen pembimbing, fasilitas laboratorium, para laboran, serta rekan-rekan peneliti sangat membantu proses riset saya,” ungkapnya. Ia juga aktif mengikuti berbagai konferensi internasional di dalam dan luar negeri untuk memperluas jejaring akademik.

    Baca juga:Staf Khusus Menag Raih Lulusan S3 Terbaik di Universitas Dublin

    Ingin Memajukan Peternakan Nasional


    Mardiah menempuh studi pada Program Studi Doktor Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB University. Ketertarikannya pada bidang ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya inovasi pakan berbasis sumber daya lokal bagi kemajuan peternakan nasional.

    Disertasinya berjudul “Optimasi Pati Terdegradasi di Rumen pada Bahan Pakan Lokal melalui Pengolahan Asam Organik dan Heat Moisture”. Penelitian ini mengkaji karakteristik pati bahan pakan lokal sebagai sumber karbohidrat ruminansia, sekaligus menawarkan teknologi modifikasi pati yang ramah lingkungan, aplikatif, dan mudah diterapkan di tingkat peternak.

    Hasil riset tersebut berpotensi dikembangkan pada skala industri, terutama dalam formulasi pakan dengan kandungan pati resisten yang seimbang untuk menjaga kesehatan rumen dan mendukung performa produksi ternak.

    Saat ini, Mardiah melanjutkan program postdoctoral di dalam negeri untuk memperkaya pengalaman riset sebelum menapaki karier sebagai akademisi atau peneliti.

    “Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan sektor peternakan Indonesia,” pungkasnya.
    (nnz)
    Komentar
    Additional JS