0
News
    Home Berita Featured Kasus Keuangan Kripto Spesial Timothy Ronald

    Korban Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald Bongkar Ancaman Lewat DM, Isinya Bikin Merinding - Viva

    4 min read

     

    Korban Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald Bongkar Ancaman Lewat DM, Isinya Bikin Merinding

    Jakarta, VIVA – Dugaan praktik intimidasi terhadap korban Akademi Crypto semakin mengemuka. Pegiat media sosial Adam Deni yang juga jadi korban mengungkap, ancaman demi ancaman disebut menjadi alasan banyak korban memilih bungkam dan takut melapor ke polisi.

    Dua Laporan Masuk! Timothy Ronald dan Kalimasada Bakal Dipanggil Polda Metro, Kapan?

    Adam Deni menyebut, dugaan pengancaman itu dilakukan langsung oleh pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald, bersama rekannya Kalimasada. Ancaman disampaikan melalui pesan langsung atau direct message (DM) media sosial, menyasar para korban yang mulai bersuara atau mempertanyakan aktivitas Akademi Crypto.

    Untuk memperkuat pernyataannya, Adam Deni menunjukkan selembar kertas berisi hasil cetak tangkapan layar percakapan antara sejumlah korban dan Timothy.

    Kenali Ciri-ciri Skema Ponzi, Investasi Bodong yang Bisa Kuras Isi Rekening

    Dalam percakapan tersebut, Timothy terlihat mengirimkan foto-foto sejumlah ruangan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda, yang diduga digunakan sebagai bentuk tekanan psikologis.

    "Jenis pengancaman yang biasa dilakukan sama TR ini isi dari DM X, akunnya dia langsung. Ketika dia berada di Polda Metro difoto, dia melakukan intervensi. Nah ini kan capture-an di DM ya. Ini foto asli," ucap Adam Deni dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

    Sindikat Online Scam Kamboja Bubar, 911 WNI Serbu KBRI Minta Dipulangkan

    Adam Deni mengakui, praktik intimidasi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, ancaman kepada para korban sudah dilakukan sejak tahun lalu. Seluruh percakapan bernada intimidatif itu kini dikumpulkan dan dilampirkan sebagai barang bukti dalam laporan ke kepolisian.

    "Ini sering dipakai sama dia. 'Ya kita lihat gaya lu nanti kayak gimana'. Pamer lagi foto, nah ini foto aslinya," ujar Adam Deni.

    Lebih jauh, Adam Deni mengungkap bahwa sebelum para korban memberanikan diri membuka suara terkait dugaan penipuan Akademi Crypto, tekanan dan teror sudah lebih dulu mereka rasakan. Tak sedikit korban yang mengaku akunnya diblokir setelah menyampaikan protes atau kritik terhadap pihak Akademi Crypto.

    "Yang ke Younger baru banget kejadian kemarin di Instagram ada teror. Itu sudah kita screenshoot juga, udah kita jadiin (barang bukti)," kata Adam Deni.

    Sebelumnya diberitakan, dugaan penipuan berkedok trading kripto menyeret nama besar ke ranah hukum. Seorang korban resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya setelah mengaku mengalami kerugian fantastis akibat investasi aset kripto yang menjanjikan keuntungan berlipat.

    Laporan itu telah dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto. Ia memastikan, aparat kepolisian telah menerima laporan dari pelapor berinisial Y.

    “Benar ada laporan terkait Kripto oleh pelapor inisial Y,” kata Budi saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Januari 2026.

    Dalam laporan tersebut, korban melaporkan dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP serta Pasal 607 KUHP tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Meski demikian, kepolisian masih berhati-hati dan belum menetapkan pihak terlapor.

    Menurut Budi, laporan tersebut kini masih berada pada tahap penyelidikan awal. Penyidik akan mendalami perkara dengan memanggil sejumlah pihak terkait serta menelaah barang bukti yang diserahkan pelapor.


    Komentar
    Additional JS