Longsor di Cisarua Bandung Barat, 10 Meninggal Dunia, 89 Orang Lainnya Belum Ditemukan - Tribunnews
Longsor di Cisarua Bandung Barat, 10 Meninggal Dunia, 89 Orang Lainnya Belum Ditemukan
Ringkasan Berita:
- Kapolres Cimahi, Jawa Barat, AKBP Niko Adi Putra, mengungkapkan sejauh ini terdapat 10 orang yang menjadi korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua
- Material tanah yang bercampur air deras dari lereng Gunung Burangrang menerjang pemukiman warga secara mendadak saat sebagian besar penduduk tengah terlelap tidur
- Sebanyak 30 rumah tertimbun longsor dengan perkiraan jumlah jiwanya 109 jiwa dan 33 KK
TRIBUNNEWS.COM - Tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat, menambah daftar deretan bencana di Indonesia setahun terakhir.
Belum usai duka masyarakat akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, kini longsor kembali melanda wilayah di Pulau Jawa.
Longsor tepatnya menerjang Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (26/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolres Cimahi, Jawa Barat, AKBP Niko Adi Putra, mengungkapkan sejauh ini terdapat 10 orang yang menjadi korban bencana longsor di daerah tersebut.
Material tanah yang bercampur air deras dari lereng Gunung Burangrang menerjang pemukiman warga secara mendadak saat sebagian besar penduduk tengah terlelap tidur.
"Kurang lebih 24 orang yang sudah berhasil dilakukan evakuasi, kami nanti akan validkan datanya. Data sampai dengan saat ini di kami, datanya 10 (korban meninggal dunia), 21 selamat, kalau daftar (korban) hilang, data kami ada 89. Tentunya akan kami validkan datanya," papar Niko, Sabtu, dikutip dari YouTube Kompas TV.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan longsor di Cisarua itu diakibatkan karena curah hujan yang tinggi sejak Jumat (23/1/2026) siang hingga Sabtu malam.
"Longsor tanah akibat curah hujan yang tinggi ya dari kemarin siang dan malam hari dan telah terjadi pada jam tadi jam 02.00 Waktu Indonesia Barat," ungkap Asep, Sabtu. dikutip dari YouTube tvOne.
Selain itu, Asep menyampaikan, sebanyak 30 rumah tertimbun longsor.
"Diperkirakan jumlah jiwanya 109 jiwa dan juga KK-nyaa 33," katanya.
Baca juga: Banjir Melanda Wilayah Produksi Padi, PKB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Beras
Asep mengatakan, TNI-Polri juga ikut diterjunkan untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban.
"Hari ini kita menurunkan dari TNI, Polri, dan juga BPBD serta lingkungan warga masyarakat untuk mencari korban yang dianggap hilang karena komposisinya rumahnya sudah hampir 30 rumah itu sudah tertimbun secara keseluruhan," ucapnya.
"Kita terus mencari, cuma lokasi cuaca dan juga lumpur masih basah. Jadi kita dalam posisi masih hanya pencarian di pinggir-pinggir saja belum kita mencari yang lebih lanjut," sambungnya.
Hingga kini, proses pendataan korban jiwa dan luka-luka masih terus berlangsung.
Untuk mengantisipasi bahaya lanjutan, pemerintah desa bersama pihak terkait telah mengevakuasi warga dari zona rawan longsor susulan.
Untuk warga yang mengungsi, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, sebelumnya menyatakan bahwa para korban bencana sementara direlokasi ke Desa Pasirlangu.
"Ini tentu sedang bergerak, baik itu dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, kemudian juga dari TNI dan Polri untuk mencari yang belum ditemukan dan mudah-mudahan minta doanya saja, mudahan segera bisa ditemukan," harapnya.
Dari Rekaman Video Longsor Seperti Sungai Coklat
Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, visual bencana longsor di Cisarua tersebut menunjukkan kengerian aliran tanah yang menyerupai sungai besar berwarna kecoklatan.
Longsor itu pun tampak menjadi seperti sungai cokelat dan terlihat hanya genteng rumah warga yang tersisa.
Dalam rekaman tersebut, puluhan rumah warga tampak tertimbun material tanah hingga hanya menyisakan bagian genteng.
(Tribunnews.com/Rifqah)