0
News
    Home Aceh Bencana Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    Longsor Putuskan Jalan Lintas Pondok Balik Aceh Tengah, Jalur Alternatif Disiapkan - Info Nasional

    5 min read

     

    Longsor Putuskan Jalan Lintas Pondok Balik Aceh Tengah, Jalur Alternatif Disiapkan


    Jalan lintas di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, lumpuh total setelah longsor meluas. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyiapkan jalur alternatif untuk warga.

    Berdasarkan video yang beredar, longsor telah melewati jalan yang menghubungkan Simpang Balik, Bener Meriah dengan Blang Mancung, Aceh Tengah. Longsor di lokasi tersebut dilaporkan terjadi hampir setiap hari.

    “Info terakhir sudah kena badan jalan. Tapi memang jalan tersebut sudah tidak dilalui lagi, sudah dibuka jalan sementara,” kata Kadis Kominfo Aceh Tengah Mustafa Kamal, Senin (26/1/2026).

    Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah membuka jalur alternatif sejak pertengahan Januari, untuk mengantisipasi putusnya jalan utama. Jalur alternatif ini merupakan jalan lama yang jarang dilalui masyarakat, sehingga memerlukan pembersihan dan perbaikan.

    Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan juga sempat memantau proses pembukaan jalan alternatif. Jalan alternatif sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu digunakan masyarakat untuk aktivitas harian, termasuk mengangkut hasil panen.

    Lubang Raksasa Muncul Sejak 2000-an

    Lubang raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, muncul usai longsor. Diperkirakan lubang itu mulai terbentuk sejak tahun 2000-an.

    “Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika, Kamis (15/1).

    Longsoran yang terjadi di lubang itu meluas dan memutuskan akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik pada tahun 2006, berdasarkan laporan masyarakat. Dinas ESDM Aceh telah melakukan penelitian selama beberapa tahun terakhir. Hasilnya, pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

    Data terbaru Dinas ESDM Aceh menunjukkan bahwa luasan longsoran di lokasi telah mencapai 27.000 meter dan semakin mendekati jalan lintas. Tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh juga pernah berkolaborasi dengan BPBD Aceh Tengah pada tahun 2022 untuk mengkaji longsoran tanah tersebut.

    Kajian ESDM dan BPBD Aceh Tengah

    Kajian tersebut mengungkapkan bahwa longsoran tanah di Kampung Bah berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah mengantarkan air. Pergerakan tanah di lokasi tersebut sangat aktif dan berkelanjutan.

    “Wilayah longsoran tanah di Kampung Bah tersebut dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan struktural dan non struktural segera dan berkelanjutan,” jelas Andalika.

    Jenis Longsoran Bukan Sinkhole Klasik

    Andalika menjelaskan bahwa longsoran tanah yang terjadi di desa tersebut bukan jenis amblesan tanah sinkhole klasik yang terbentuk karena adanya lubang runtuh secara tiba-tiba. Longsoran terjadi karena pergerakan material tanah yang terjadi secara perlahan.

    “Berdasarkan data dari ESDM Aceh, pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun. Sejak tahun 2011 sudah dimulai pengukuran pertambahan luasan skala longsoran tanah oleh ESDM Aceh,” ungkapnya.

    Berikut data perkembangan luasan longsoran tanah yang diukur oleh ESDM Aceh:

    TahunLuas Longsoran (meter)
    2011Data Awal Pengukuran
    202227.000

    Komentar
    Additional JS