0
News
    Home Aceh Berita Featured Lintas Peristiwa Mendagri Spesial Sumatera

    Mendagri Pastikan Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh Berangsur Normal - Liputan6

    5 min read

     

    Mendagri Pastikan Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh Berangsur Normal

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa objek vital di lokasi bencana Sumatera dan Aceh berangsur pulih, mempercepat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh demi keberlangsungan layanan publik dan ekonomi.

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa objek vital di lokasi bencana Sumatera dan Aceh berangsur pulih, mempercepat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh demi keberlangsungan layanan publik dan ekonomi.
    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa objek vital di lokasi bencana Sumatera dan Aceh berangsur pulih, mempercepat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh demi keberlangsungan layanan publik dan ekonomi. (AntaraNews)

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan kabar baik mengenai progres pemulihan pasca bencana di Sumatera dan Aceh. Sejumlah objek vital seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), listrik, dan konektivitas internet dilaporkan mulai beroperasi normal kembali, meskipun beberapa titik lokasi masih beroperasi secara terbatas. Pernyataan ini disampaikan Tito Karnavian di Tangerang, Banten, pada Sabtu (03/1).

    Pemulihan ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas. Meskipun beberapa titik masih menghadapi kendala, upaya percepatan terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di lokasi bencana juga menjadi dorongan moral bagi tim di lapangan.

    Fokus utama pemerintah adalah mengembalikan fungsi layanan dasar dan ekonomi di daerah terdampak. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan pasokan bahan bakar dan akses jalan strategis dapat dilalui. Hal ini penting untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas warga.

    Objek Vital Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pasca Bencana

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengonfirmasi bahwa pasokan bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di lokasi bencana Sumatera dan Aceh telah kembali normal. Kondisi ini terlihat dari tidak adanya antrean panjang yang sebelumnya menjadi pemandangan umum. Ketersediaan bahan bakar yang cukup menjadi indikator penting dalam upaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh.

    Selain SPBU, akses jalan strategis dan jembatan juga sudah dapat dilalui oleh kendaraan masyarakat umum serta logistik. Konektivitas jaringan listrik berangsur pulih di banyak lokasi terdampak bencana alam. Meskipun demikian, Mendagri mengakui masih ada beberapa titik yang belum sepenuhnya teraliri listrik akibat kerusakan infrastruktur tower.

    Peran PLN sangat diapresiasi dalam percepatan pemulihan jaringan komunikasi dan listrik. Tito Karnavian menyoroti tantangan di Aceh Utara, di mana banyak aliran listrik yang masih menggunakan tiang kayu telah tumbang. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengatasi hambatan ini demi Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh yang menyeluruh.

    Pengerahan Praja IPDN Perkuat Penanganan Bencana

    Sebagai bentuk komitmen pemerintah, seluruh komponen kekuatan dikerahkan untuk mempercepat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengerahkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai tenaga bantuan. Pengerahan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan yang efektif.

    Tahap pertama memberangkatkan 413 personel menuju Medan, diikuti 414 personel ke Aceh pada tahap kedua. Tahap ketiga akan melibatkan 179 personel, ditambah 132 personel tim advance yang sudah berada di lokasi. Total praja IPDN yang dikerahkan mencapai 1.138 personel, menunjukkan skala bantuan yang signifikan.

    Praja IPDN ini ditugaskan membantu di daerah yang mengalami dampak paling berat, terutama wilayah dengan pemerintahan yang tidak berfungsi akibat kerusakan parah. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat proses Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh, khususnya dalam aspek administrasi dan koordinasi di lapangan.

    Fokus Pemulihan Layanan Pemerintah Daerah dan Ekonomi Lokal

    Mendagri Tito Karnavian menekankan dua hal krusial untuk pemulihan pasca bencana: berjalannya kantor pemerintahan secara normal dan pulihnya ekonomi masyarakat. Percepatan pemulihan layanan pemerintahan daerah menjadi fokus utama Kemendagri. Ini penting agar roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berfungsi kembali.

    Data mencatat 22 desa hilang akibat bencana, dengan rincian 13 desa di Aceh, delapan di Sumatera Utara, dan satu di Sumatera Barat. Sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut juga terdampak, menyebabkan pemerintahan desa tidak dapat berfungsi optimal. Kondisi ini memerlukan intervensi cepat untuk Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh.

    Sebanyak 52 daerah di tiga provinsi terdampak, yaitu 18 di Aceh, 18 di Sumatera Utara, dan 3 di Sumatera Barat. Sumatera Barat menunjukkan Pemulihan Pasca Bencana Sumatera Aceh yang relatif cepat, dengan hanya tiga daerah utama yang masih menjadi perhatian. Pemerintah terus memantau dan memberikan dukungan penuh untuk semua wilayah terdampak.

    Sumber: AntaraNews

    Komentar
    Additional JS