Mengulik Deretan Miliarder di Balik Ketertarikan Trump Caplok Greenland - SindoNews
Mengulik Deretan Miliarder di Balik Ketertarikan Trump Caplok Greenland
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 19 Januari 2026 - 11:18 WIB
Deretan orang terkaya di dunia berbondong-bondong menanamkan investasi strategis di Greenland, hanya beberapa bulan setelah Presiden Donald Trump pertama kali menyatakan minat AS menguasai Greenland. Foto/Dok
JAKARTA - Deretan orang terkaya di dunia berbondong-bondong menanamkan investasi strategis di Greenland, hanya beberapa bulan setelah Presiden Donald Trump pertama kali menyatakan minat Amerika Serikat (AS) untuk menguasai Greenland . Beberapa miliarder papan atas termasuk Jeff Bezos, Bill Gates, dan Michael Bloomberg dikabarkan mulai melirik pulau yang kaya mineral itu.
Beberapa fakta penting terkait ketertarikan Presiden AS untuk menguasai Greenland, dilansir Forbes menyebutkan, bahwa Ronald Lauder yang merupakan pewaris kekayaan Estee Lauder dianggap sebagai pemberi ide kepada Trump untuk mengambil alih Greenland.
Mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton mengutarakan, ide itu muncul saat jabatan pertama Trump sebagai Presiden. Sejak saat itu Lauder menurut surat kabar Denmark Politiken disebut telah berinvestasi di perusahaan pembotolan air tawar Greenland.
Baca Juga: Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik
Perusahaan yang tak terlalu menguntungkan itu dimiliki bersama oleh Jorgen Wever Johansen, ketua partai lokal dan suami dari menteri luar negeri Greenland, Vivian Motzfeldt. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran tentang adanya gesekan dengan kepentingan politik.
Sedangkan Jeff Bezos, Bill Gates, dan Michael Bloomberg disebut sudah berinvestasi sejak 2019 di Kobold Metals. Perusahaan tambang itu fokus dalam pencarian mineral tanah jarang yang belakangan menjadi primadona, karena peran pentingnya dalam pembuatan perangkat elektronik. Eksplorasi Kobold Metals dilakukan berbasis AI di pulau tersebut.
Awal Mula Ketertarikan Trump terhadap Greenland
John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump selama masa jabatannya yang pertama -dan kini menjadi musuh politik yang menonjol- mengatakan kepada Forbes bahwa Trump pertama kali membahas pembelian Greenland pada akhir 2018, dengan mengatakan bahwa "seorang pengusaha terkenal yang dia kenal telah menyarankan agar AS membeli Greenland," dan kemudian mengidentifikasi pengusaha itu sebagai Lauder.
Diketahui Lauder dan Trump memiliki sejarah pribadi yang panjang. Mereka menempuh pendidikan di Wharton School of Business pada waktu yang sama, dan Lauder telah lama menjadi pendukung dana bagi kandidat konservatif (pada Maret tahun lalu, Lauder memberikan USD5 juta untuk MAGA Inc., sebuah super PAC yang mendukung Trump, menurut data dari Federal Election Commission).
Sejak saat itu, Lauder tidak menutupi ketertarikannya terhadap Greenland dan sumber dayanya. Dalam sebuah opini yang diterbitkan di New York Post pada Februari lalu, Ia menguraikan skenario potensial di mana Amerika Serikat bisa memperbesar pengaruhnya atas Greenland tanpa harus membeli negara tersebut (seperti yang baru-baru ini digagas oleh Gedung Putih).
Termasuk membentuk “perjanjian trilateral baru dengan Greenland dan Denmark untuk memformalkan kerja sama Arktik.”
Menurut Politiken, pria berusia 81 tahun itu juga berinvestasi di perusahaan pengemasan air tawar lokal dan terlibat dalam dorongan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di danau terbesar Greenland melalui Greenland Development Partners, sebuah konsorsium berbasis di Delaware yang memiliki saham di Greenland Investment Group, dimana dipimpin oleh mantan wakil menteri luar negeri AS, Josette Sheeran.
Investasi Miliarder di Greenland
Bezos, Gates, dan Bloomberg pertama kali dilaporkan telah berinvestasi di Kobold pada awal 2019 ketika perusahaan menutup putaran Seri A-hanya beberapa bulan setelah Trump mulai mempertimbangkan untuk mencaplok Greenland. Investasi tersebut dilakukan melalui Breakthrough Energy, sebuah dana yang dipimpin oleh Gates dengan tujuan “untuk mempercepat inovasi energi hijau dan membangun industri masa depan.”
Dana tersebut juga berpartisipasi dalam putaran investasi Seri C Kobold pada Desember 2024, yang nilainya hampir mencapai USD3 miliar, berdasarkan input modal sebesar USD537 juta, menurut siaran pers yang dibagikan oleh perusahaan.
Baca Juga: Perebutan Harta Karun Tanah Jarang Makin Panas, Greenland Melirik Investasi China
Kemudian pada 2022, Altman ikut serta melalui dana VC-nya, Apollo Projects, memberikan kontribusi pada putaran Seri B perusahaan, yang memiliki total USD192,5 juta. Pengajuan SEC dari minggu lalu menunjukkan bahwa Kobold sedang dalam proses mengumpulkan dana tambahan, yang berarti mereka bisa mendekati para miliarder lagi saat ini ketika Greenland menjadi sorotan.
Disebutkan tidak ada satu pun miliarder yang disebutkan dalam artikel ini yang menanggapi permintaan komentar dari Forbes.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia