0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Lebaran Menkes Spesial Tenaga Kesehatan

    Menkes: Rumah Nakes Rusak Imbas Bencana Sumatera Diperbaiki Sebelum Lebaran - Kumparan

    5 min read

     

    Menkes: Rumah Nakes Rusak Imbas Bencana Sumatera Diperbaiki Sebelum Lebaran

    12 Januari 2026 23:23 WIB
    ·
    waktu baca 2 menit

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
    ADVERTISEMENT
    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan perbaikan rumah bagi tenaga kesehatan (nakes) terdampak bencana di Sumatera sudah mulai dilakukan sejak Ramadan dan diupayakan tidak melewati Lebaran.
    ADVERTISEMENT
    “Jadi yang pertama, kita targetnya memang ingin secepat-cepatnya. Idealnya pada saat puasa mulai, sudah masuk. Atau kalau bisa ya jangan lewat Lebaran lah ya,” kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin (12/1).
    Menurut Budi, percepatan penyaluran bantuan dilakukan dengan memastikan data penerima rapi dan terverifikasi. Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan pendataan tahap awal atau batch pertama.
    “Makanya kita sekarang sudah nih batch 1 kan. Habis data ini rapi, nanti harus ada verifikasi yang dilakukan oleh BNPB,” kata Budi.
    Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025).  Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
    Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
    Budi menyebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat proses verifikasi. Upaya ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mendorong pemerintah daerah agar segera melengkapi data.
    ADVERTISEMENT
    Ia menegaskan, tanpa data yang valid, BNPB tidak bisa menyalurkan bantuan. Karena itu, setelah proses verifikasi rampung, BNPB akan langsung melakukan pencairan.
    “Karena tanpa data yang benar, BNPB juga enggak bisa bergerak. Sesudah verifikasi ini terjadi, nanti BNPB bisa menyalurkan,” jelasnya.
    Foto udara warga melintas di permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
    Foto udara warga melintas di permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
    Ia bahkan berharap pencairan tahap awal bisa dimulai dalam waktu dekat.
    “Kalau saya berharap, kalau bisa, ini harus kerja sama dengan BNPB juga didukung sama Kemendagri nih, kalau bisa minggu depan sudah mulai ada pencairan,” kata Budi.
    Lebih lanjut, Budi menargetkan sebagian besar bantuan sudah disalurkan sebelum Ramadan berlangsung.
    “Sebelum puasa, puasa tuh Februari tengah ya. Februari tengah kalau bisa ya sebagian besar sudah disalurkan, sehingga mereka bisa memperbaiki rumahnya dan kembali ke rumahnya,” tutur Budi.
    ADVERTISEMENT
    Pada tahap pertama, tercatat sebanyak 3.265 rumah tenaga kesehatan di tiga provinsi terdampak bencana telah masuk dalam pendataan. Data itu lengkap dengan klasifikasi tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Data tersebut telah diserahkan ke BNPB untuk diverifikasi sesuai regulasi yang berlaku.
    Budi menekankan percepatan penyaluran bantuan penting agar tenaga kesehatan bisa kembali fokus menjalankan tugasnya.
    “Ini rumah-rumah ini kan (hancur), ya gimana orangnya bisa kerja. Kan saya kebayang ya. Sebagai tenaga kesehatan kalau rumahnya dia aja begini, pasti dia mikir kan,” tutupnya.
    like
    1
    comment
    Komentar
    Additional JS