0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Menteri PU Spesial Sumatera

    Menteri PU: Program Padat Karya Gerakkan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumatera - Jakarta Terkini

    3 min read

     

    Menteri PU: Program Padat Karya Gerakkan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumatera



    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

    JT - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa program padat karya menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah-daerah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

    “Sejak 12 Desember 2025 lalu, kami juga telah meluncurkan program padat karya dengan melibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

    Menurut Dody, penanganan pascabencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai bidang di Kementerian PU, mulai dari Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, hingga Prasarana Strategis. Pendekatan terpadu tersebut bertujuan memastikan pemulihan infrastruktur dasar sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat.

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam merespons bencana dengan mengerahkan sekitar 1.377 personel Kementerian PU, termasuk 402 Generasi Muda PU. Upaya tersebut juga didukung oleh 1.366 personel TNI dan masyarakat setempat.

    Selain sumber daya manusia, Kementerian PU juga memobilisasi sekitar 1.937 unit alat berat serta 500 unit sarana dan prasarana pendukung. Untuk mendukung proses penanganan bencana, turut disiapkan sebanyak 6.352 bahan material yang digunakan di wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Baca Juga: Laporan BI: Ekonomi Indonesia 2025 Termasuk Terbaik di Negara Berkembang

    Melalui Program Padat Karya Tunai, Kementerian PU berupaya menghadirkan pemulihan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali penghidupan masyarakat yang terdampak bencana.

    Program ini dinilai tidak hanya mempercepat proses pemulihan infrastruktur, tetapi juga membuka kesempatan kerja serta memberikan penghasilan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, proses bangkit dari bencana dapat dirasakan secara bersama-sama oleh warga setempat.

    Sebagai informasi, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan juga harus mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

    “Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, didukung penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya penghasilan kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,” ujar Dody.

    Di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat, Kementerian PU mengoptimalkan keterlibatan pekerja padat karya dengan dukungan peralatan berukuran kecil. Langkah ini dilakukan agar proses pembersihan dan pemulihan tetap efektif serta mampu menjangkau seluruh area terdampak, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum.* * *


    Komentar
    Additional JS