Merasa Terganggu Difitnah soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, SBY Buka Kemungkinan Tempuh Jalur Hukum - Kompas
Merasa Terganggu Difitnah soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, SBY Buka Kemungkinan Tempuh Jalur Hukum
Presiden ke-6 RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Program Cerita Militer, Kompas TV, Minggu (21/12/2025). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika tudingan terhadapnya mengenai dugaan ijazah palsu Joko Widodo atau Jokowi tidak berhenti.
Demikian sikap SBY tersebut disampaikan oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui akun media sosial X, sebagaimana dipantau Kompas TV, Kamis (1/1/2026).
"Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum, dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang sudah membuat fitnah tersebut, dan terbuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum," kata Andi Arief.
"Karena ini masalah keadilan, karena Pak SBY tidak merasa melakukan itu, tapi difitnah."
Menurut Andi Arief, SBY merasa terganggu dengan tudingan sebagai pihak yang berada di balik kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Terlebih, dalam tudingan disebutkan, SBY berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri untuk mengungkapkan perihal ijazah Jokowi.
"Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan, bahwa Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi,” ucap Andi.
Andi memastikan SBY dan Jokowi berhubungan baik hingga saat ini. Atas dasar itu, Andi mengingatkan kepada berbagai pihak untuk berhenti melakukan fitnah terhadap kedua tokoh yang pernah menjadi pemimpin bangsa ini.
"Jadi, sama sekali itu tidak benar, hubungan SBY dengan Pak Jokowi selama ini baik. Kita berharap untuk menghentikanlah fitnah yang sudah tidak karuan di TikTok," ujar Andi.
"SBY sekarang ini day to day politiknya sudah banyak di melukis. Kemudian juga seni-seni lainnya, kemudian persiapan voli."