0
News
    Home Bencana Berita Dedi Mulyadi Featured Lintas Peristiwa Longsor Spesial

    Momen Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis saat Evakuasi Korban Longsor yang Terjepit Batu - Tribunnews

    11 min read

     

    Momen Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis saat Evakuasi Korban Longsor yang Terjepit Batu

    Evakuasi longsor Cisarua penuh drama. Dedi Mulyadi teriak cari linggis. 9 orang tewas, sekitar 80 korban masih dilaporkan hilang.


    Ringkasan Berita:
    • Evakuasi korban longsor di Cisarua berlangsung dramatis. 
    • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berteriak meminta linggis saat korban terjepit batu dan pohon. 
    • Hingga hari pertama, sembilan orang ditemukan tewas dan sekitar 80 warga masih hilang. 
    • Longsor melanda Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning dengan area terdampak mencapai tiga kilometer. 
    • Pencarian dilanjutkan hari kedua.

    TRIBUNNEWS.COM - Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu berlangsung penuh drama pada Sabtu (24/1/2026).

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berulang kali berteriak meminta linggis saat menyaksikan korban terjepit batu dan pohon.

    Hingga hari pertama pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban tewas, sementara puluhan lainnya masih dilaporkan hilang.

    Tanah longsor melanda dua kampung, yaitu Pasir Kuda dan Pasir Kuning. Diperkirakan luas tanah longsor mencapai tiga kilometer.

    Baca juga: Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak Bencana di 2025, Terbaru Longsor Cisarua, 82 Korban Masih Hilang

    Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis

    Di hari pertama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun ke lokasi longsor untuk membantu evakuasi warga. 

    Dedi Mulyadi mengalami kesulitan mengevakuasi warga. Dedi Mulyadi, berkali-kali berteriak meminta linggis kepada petugas karena salah satu korban ditemukan terjepit batu dan pohon.

    “Linggis mana linggis,” teriak Dedi, lantang. Ia menjelaskan, korban yang sedang tidur tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu serta pohon, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

    "Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit,” ujar Dedi. 

    Setelah beberapa kali meminta, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, akhirnya datang membawa linggis yang dibutuhkan.

    Proses evakuasi sempat terhambat karena akses lokasi dipenuhi warga yang ingin melihat langsung kehadiran Dedi Mulyadi di titik bencana.

    Di tengah upaya mengevakuasi korban terjepit, warga lain menemukan dua korban tambahan.

    “Ini ada satu, tolong, tolong,” teriak seorang warga. Petugas gabungan segera berlari ke arah warga dan berhasil mengevakuasi dua korban lain. Dengan melantunkan lafaz laa ilaha illallah, tim SAR akhirnya dapat mengangkat korban yang terjepit batu dan pohon.

    Tiga korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke ambulans untuk diidentifikasi. Hingga kini, identitas mereka belum diketahui dan akan ditangani tim DVI.

    “Fokus saya hari ini adalah mengangkat jenazah secara bertahap dan setelah itu melakukan pemulihan lingkungan,” ujar Dedi.

    Selain turun langsung ke lokasi, Dedi Mulyadi berjanji memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga (KK) bagi para korban longsor

    “Nanti Rp10 juta per kepala keluarga ya, pakai untuk ngontrak dulu di mana terserah,” katanya.

    Ia juga membawa seribu kotak nasi untuk pengungsi.

    Dedi menekankan bahwa pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama berada di posko.

    Oleh karena itu, ia menginstruksikan Sekda Jabar untuk segera menyiapkan alokasi anggaran agar kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi.

    “Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita bisa fokus recovery bencana dan pencarian korban yang masih tertimbun,” tegasnya.

    Baca juga: Didominasi Hidrometeorologi, Bencana Longsor Kembali Telan Korban Jiwa

    Upaya Pencarian Hari Kedua

    Proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuda dan Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki hari kedua.

    Pada Minggu ini Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian mulai pukul 07.00 WIB setelah pelaksanaan apel dan briefing pagi.

    Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan briefing dilakukan untuk membagi tugas personel mengingat luasnya area terdampak longsor yang membentang hingga sekitar tiga kilometer, dari mahkota longsoran hingga ke wilayah hilir.

    “Iya, kami akan melaksanakan pencarian lagi pukul 07.00 WIB. Diawali apel pagi untuk briefing, pembagian tim, dan penentuan metode pencarian,” ujar Ade kepada awak media, Sabtu (24/1/2026) malam.

    Kondisi di Lapangan

    Berdasarkan asesmen sementara, kondisi material longsoran masih didominasi tanah lunak bercampur air. Situasi tersebut menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban, sekaligus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan alat berat.

    “Alat berat sebenarnya sudah disiapkan, tapi belum bisa diturunkan. Saat ini kami masih menggunakan alat konstruksi dan metode manual. Kalau lokasi memungkinkan, baru alat berat akan digunakan,” katanya.

    Ade mengungkapkan, timbunan material longsoran diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima meter, sesuai laporan kepala desa setempat terkait rumah-rumah warga yang tertimbun.

    “Rumah-rumah yang terkubur sekitar lima meter. Lebar area longsoran kurang lebih 100 meter, dengan panjang dampak mencapai tiga kilometer,” ucapnya.

    Baca juga: Bocah 2 Tahun Selamat Dari Longsor di Cisarua Bandung Barat, Ditemukan Tim SAR di Atas Genting Rumah

    Sembilan Orang Tewas dan 80 Orang Hilang

    Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, jumlah korban yang dilaporkan hilang di kawasan longsoran mencapai sekitar 80 orang.

    Hingga hari pertama pencarian, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan berjumlah sembilan orang, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian.

    Pada hari pertama pencarian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima korban tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning.

    Dari hasil evakuasi hingga pukul 19.00 WIB, tercatat satu korban selamat atas nama Lili yang dievakuasi ke Puskesmas Pasirlangu, empat korban meninggal dunia, serta dua potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

    “Hingga saat ini data sementara korban selamat berjumlah 23 orang dan korban meninggal dunia sembilan orang. Lima jenazah sudah diserahkan kepada keluarga, sementara empat lainnya masih berada di Posko DVI,” jelas Ade Dian Permana.

    113 Warga Terdampak Longsor

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, menyebut total warga terdampak longsor mencapai 113 orang.

    Dari jumlah tersebut, delapan korban ditemukan di beberapa titik, dengan tujuh di antaranya telah teridentifikasi.

    “Area pencarian sangat luas dan berisiko, sehingga petugas harus ekstra hati-hati,” ujar Bambang

    (TRIBUNJABAR/TRIBUNNEWS)


    Komentar
    Additional JS