0
News
    Home Berita Featured Natalius Pigai Spesial

    Natalius Pigai Minta Polisi Usut Tuntas Teror ke Aktivis dan Influencer - Liputan6

    5 min read

     

    Natalius Pigai Minta Polisi Usut Tuntas Teror ke Aktivis dan Influencer

    Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut sederet aksi teror terhadap sejumlah aktivis dan pemengaruh (influncer) usai mengkritik penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera pada akhir November 2025. Dia ingin pelaku dan motif teror terungkap.

    oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Januari 2026, 20:55 WIB
    Share
    Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat ditemui awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2025). (Dok. Istimewa)
    Jadi intinya...
    • Menteri HAM minta polisi usut tuntas teror terhadap aktivis/influencer pengkritik bencana.
    • Pigai apresiasi kebebasan berpendapat, namun ingatkan kritik harus bertanggung jawab.
    • Pemerintah serius tangani bencana Sumatera, menolak framing tanpa bukti sah.

    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut sederet aksi teror terhadap sejumlah aktivis dan pemengaruh (influencer) usai mengkritik penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera pada akhir November 2025. Dia ingin pelaku dan motif teror terungkap.

    "Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya," kata Pigai, Jumat (2/1/2026).

    BACA JUGA:

    Pigai mengapresiasi siapa pun, termasuk pemengaruh, yang memanfaatkan hak kebebasan berpendapat untuk menyampaikan kritik.

    "Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut," ucapnya.

    Kendati begitu, Pigai mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berpendapat. Dalam praktiknya, kritik yang disampaikan kerap kali bergeser menjadi serangan terhadap kehormatan individu maupun institusi.

    Pigai menyatakan tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut untuk berpura-pura sebagai korban (playing victim) demi menaikkan jumlah pelanggan dan pengikut media sosial serta memicu gangguan kehormatan interpersonal.

    Minta Influencer Tak Sudutkan Pemerintah Terkait Bencana Sumatera

    Pigai mengatakan perlu kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu. Selain itu, Pigai meminta para influencer agar dalam menyampaikan kritik, tidak serta-merta membingkai pemerintah sebagai pelaku.

    Sebab hingga kini belum ada pihak yang dapat dipastikan bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di berbagai daerah di wilayah utara Sumatera itu, tanpa melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

    Pigai mengatakan kebebasan berpendapat kerap diiringi dengan praktik penggiringan opini menggunakan logika sesat, seperti serangan pribadi (ad hominem), manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan sebab-akibat.

    Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh pola-pola sesat pikir tersebut dan tetap bersikap rasional serta objektif dalam menilai informasi, terutama di media sosial.

    Sementara itu, terkait penanganan bencana di Sumatera, Pigai menyatakan pemerintah telah menunjukkan keseriusan melalui kerja nyata yang sistematis, masif, dan terencana. Pemerintah, kata dia, menjalankan dua tahap utama, yakni tahap tanggap darurat dan tahap pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak.

    "Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujarnya, dilansir Antara.

    Pigai menolak keras segala upaya framing (pembingkaian) yang menyudutkan pemerintah sebagai pelaku teror tanpa dasar hukum dan bukti yang sah. Dia mengatakan jika memang terdapat teror, pelakunya bukanlah negara atau aktor pemerintah.

    Pigai juga menekankan pemerintah tetap menghormati sikap kritis dan demokratis dari siapa pun, termasuk pemengaruh. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan tidak dimanipulasi demi kepentingan popularitas.

    BACA JUGA:

    Aktivis dan Influencer Diteror

    Sejumlah kreator konten atau pemengaruh mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka, yakni Ramon Dony Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.

    Adapun DJ Donny telah melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tidak dikenal. Dia menyebut teror itu sudah terjadi dua kali, yakni pada Senin (29/12/2025) dan Rabu (31/12/2025) dini hari.

    "Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).

    Sherly Annavita juga mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, sementara Chiki Fawzi mendapat ancaman digital.

    Para pemengaruh tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Sumatera oleh pemerintah.

    Selain itu, Greenpeace Indonesia menyampaikan salah satu aktivisnya, Iqbal Damanik, turut mendapat ancaman teror di rumahnya. Teror itu berupa pengiriman bangkai ayam dan pesan bernada ancaman yang dituliskan pada secarik kertas.

    "Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu," demikian pesan tersebut, dikutip dari pernyataan Greenpeace Indonesia melalui akun Instagram resminya.

    Share
    Komentar
    Additional JS