Nestle Tarik Susu Formula Bayi di 37 Negara, Ada Dugaan Kontaminasi Bakteri - Kompas
Nestle Tarik Susu Formula Bayi di 37 Negara, Ada Dugaan Kontaminasi Bakteri
KOMPAS.com - Nestle menarik produk susu formula bayi dari berbagai benua, yaitu Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia.
Perusahaan asal Swiss itu melakukan recall atau penarikan produk susu formula bayi di berbagai benua sejak Senin (5//1/2025).
Dilansir dari Khallej Times, Kamis (8/1/2026), awalnya recall hanya dilakukan di Eropa. Namun kemudian meluas, hingga menjangkau Afrika, Amerika, dan Asia.
Pada Selasa (7/1/2026) malam, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penarikan terbatas sejumlah produk susu formula bayi Nestle.
Keputusan ini diambil setelah ditemukan bahwa salah satu bahan baku produksi mengandung jejak bakteri Bacillus cereus yang dapat memproduksi racun cereulide.
Langkah tersebut diambil demi melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen.
Produk yang ditarik meliputi NAN Comfort 1, NAN Optipro 1, NAN Supreme Pro 1, 2, dan 3, Isomil Ultima 1, 2, dan 3, serta Alfamino.
Menurut Departemen Pembangunan Ekonomi (EDE), paparan racun tersebut dapat menyebabkan muntah hebat atau berkepanjangan, diare, kelelahan tidak wajar, serta nyeri perut.
37 negara keluarkan peringatan
Setidaknya 37 negara, termasuk sebagian besar negara Eropa, Australia, Brasil, China, Meksiko, dan Afrika Selatan, telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait kemungkinan kontaminasi susu formula bayi tersebut.
Dalam pekan yang sama, empat negara Teluk (GCC) juga menarik produk yang terdampak setelah melakukan pengujian.
Pertama, adalah Arab Saudi. Negara itu telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mengonsumsi susu formula bayi produksi Nestle dengan merek NAN, ALFAMINO, S-26 GOLD, dan S-26 ULTIMA.
Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (SFDA) menyatakan peringatan ini dikeluarkan setelah adanya pemberitahuan sukarela dari perusahaan, usai dilakukan penilaian risiko.
SFDA juga menyebut telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, bekerja sama dengan Nestle, untuk menarik produk dari pasar dan memantau langsung proses penarikan tersebut.
Kuwait juga mengeluarkan peringatan pangan dan menyatakan telah menerapkan penarikan sukarela bersifat pencegahan terhadap sejumlah batch susu formula bayi Nestle.
Otoritas setempat menegaskan bahwa produk yang terdampak tidak termasuk dalam daftar produk pada kartu jatah nasional.
Pada 7 Januari 2026, Qatar memperingatkan konsumen agar tidak menggunakan beberapa batch susu formula bayi Nestle karena diduga terkontaminasi racun cereulide.
Otoritas terkait meminta konsumen yang sudah membeli produk dengan nomor batch tertentu untuk mengembalikan atau membuangnya.
Kementerian Kesehatan Qatar menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit yang berkaitan dengan produk tersebut.
Namun hasil analisis laboratorium terus dipantau untuk memastikan keamanannya, sembari menjaga komunikasi berkelanjutan dengan pihak produsen.
Pasar China juga mulai melakukan penarikan terhadap batch tertentu dari susu formula bayi dan balita Nestle.
Perwakilan Nestle China mengatakan kepada Global Times pada Rabu bahwa karena sebagian kecil produk di pasar China berpotensi terdampak, perusahaan telah menarik kembali batch tertentu susu formula bayi sebagai langkah pencegahan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan penyakit yang dikonfirmasi terkait produk-produk tersebut.
Pernyataan Nestle
Pada Selasa, situs resmi Nestle China merilis pengumuman yang mengungkapkan daftar batch produk yang ditarik, mencakup beberapa batch produk seperti Lactogen dan BOCHU NAN, serta sejumlah batch susu formula bayi yang diimpor dari Eropa dan dijual melalui saluran e-commerce lintas negara di daratan China.
Nestle menegaskan bahwa seluruh produk lainnya, serta batch lain dari produk yang sama di luar cakupan penarikan ini, aman untuk dikonsumsi.
Reuters melaporkan pada Selasa (6/1/2026), Nestle menarik kembali sejumlah batch produk nutrisi bayi akibat dugaan kontaminasi zat yang dapat menyebabkan muntah.
Dalam pernyataannya di situs resmi, Nestle mengatakan telah mendeteksi adanya masalah kualitas pada salah satu bahan baku yang diperoleh dari pemasok utama mereka.
“Nestle telah melakukan pengujian terhadap seluruh minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak,” tulis perusahaan tersebut.
Nestle juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi terkait produk-produk tersebut.
Perusahaan memastikan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk penarikan produk bila diperlukan.