0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Internet Kesehatan Kesehatan Mental Media Sosial New York Rokok Spesial Tekno

    Pemerintah New York Sebut Bahaya Sosial Media Sama Dengan Rokok! - Kincai Media

    3 min read

     

    Pemerintah New York Sebut Bahaya Sosial Media Sama Dengan Rokok! 

    Sosial media saat ini memang bermata dua, kita bisa mendapatkan info lebih cepat, namun disamping itu ada banyak akibat negatif yang juga bisa mulai mempengaruhi pengguna, apalagi jika pengguna merupakan orang yang selalu menerima info tanpa memilahnya terlebih dahulu, apalagi di era AI yang semuanya serba canggih namun bisa dengan mudah dimanipulasi.

    Nah mengenai perihal tersebut, baru baru ini Negara bagian New York Amerika Serikat membikin sebuah gebrakan baru dalam izin bumi digital, dimana Gubernur Kathy Hochul menandatangani undang-undang S4505/A5346 yang mewajibkan perusahaan media sosial besar seperti Meta dan Google menampilkan label peringatan kesehatan yang mirip dengan apa yang digunakan pada produk tembakau, alkohol dan makanan tinggi gula.

    Langkah ini sendiri bermaksud untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai resiko kesehatan mental akibat penggunaan berlebihan pada fitur – fitur yang ada di sosial media.

    Jadi, pemerintah New York intinya mau ada peringatan jelas mengenai potensi ancaman di sosial media dan ini disamakan dengan apa yang ada di produk rokok ataupun alkohol.

    Nah perihal seperti ini memang bukan perihal aneh, apalagi sebelumnya pemerintah Australia telah menerapkan perihal serupa dimana sosial media sudah dilarang untuk pengguna dibawah umur. Kenapa? lantaran memang sosial media bisa membikin seseorang kecanduan.

    Selain lantaran tujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai resiko kesehatan mental, perusahaan yang melanggar kebijakan ini bakal dikenakan denda hingga $5000 per pelanggaran.

    Dampak pada kesehatan mental

    Berdasarkan penelitian yang dikutip dari instansi Gubernur New York ini dikatakan bahwa remaja yang menggunakan sosial media lebih dari 3 jam perhari mempunyai resiko dua kali lipat mengalami kekhawatiran ataupun depresi, sekitar 50% apalagi merasa sosial media berakibat negatif pada image tubuh mereka.

    Baca Juga : Cara Jalankan GUI di Distro Linux Debian via WSL

    Nah jadi, mari kita kurang kurangi mengakses sosial media, cukup terapkan timer ataupun screentime untuk mengakses konten TikTok, Reels ataupun Shorts mengingat konten seperti ini meskipun pendek – pendek, namun nyatanya cukup menghabiskan waktu kita.

    Bagi sebagian orang memang ini tidak terlalu berakibat negatif, namun bagi orang yang hari – harinya hanya membuka sosial media, mungkin lambat laun pola pikirnya bakal berubah, mulai dari standar yang berubah, pola hidup yang berubah dan perihal lainnya, jika masuk ke pola yang lebih baik sih oke oke saja, namun faktanya justru kadang sebaliknya.

    Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

    Via : Techspot

    Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

    Written by

    Gylang Satria

    Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

    Post navigation

    Previous Post

    Komentar
    Additional JS