Pemukiman dan Sawah Warga di Ponorogo Terendam Banjir, Terancam Gagal Panen - Kompas
Pemukiman dan Sawah Warga di Ponorogo Terendam Banjir, Terancam Gagal Panen

PONOROGO, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sejak Kamis hingga Jumat pagi, 1-2 Desember 2025, membuat sejumlah kawasan pemukiman dan tanaman padi milik warga terendam banjir.
Kepala Desa Ngampel, Siswanto mengatakan bahwa banjir merendam puluhan hektare sawah milik warga. Akibatnya, tanaman padi rusak dan berpotensi gagal panen.
"Padi yang baru ditanam sekitar dua bulan lalu terancam tidak bisa tumbuh maksimal. Ada minimal 10 hektare lebih sawah yang terendam air akibat banjir,” ujar Siswanto Jumat sore.
Suwardi, salah satu warga Desa Ngampel, mengaku bahwa air mulai meluap pada Jumat sekitar pukul 01.00 WIB. Hingga akhirnya, banjir merendam sejumlah rumah warga.
"Udah meluap sekitar pukul 01.00 dini hari tadi. Jam 03.00 pagi, air semakin besar. Ada beberapa rumah warga yang terendam sekitar selutut. Agak turun sampai sore ini," katanya.
Genangan air kurang lebih 10 sentimeter juga merendam jalur penghubung Ponorogo-Pacitan. Meksi terendam, namun arus lalu lintas masih cukup lancar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan bahwa sejumlah pemukiman dan tanaman padi di Kecamatan Balong, Kecamatan Bungkal, Kecamatan Jetis dan Kecamatan Kauman terendam banjir.
"Dampak terparah dirasakan warga desa di Kecamatan Bungkal dan Balong. Di awal bulan Januari, di tahun baru, Ponorogo alami hujan cukup deras dan lebat dan durasi lama dari berbagai wilayah,” ujarnya.
Penyebab Banjir
Agung mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengambil langkah cepat.
Menurut dia, salah satu penyebab banjir adalah adanya tumpukan sampah di Jembatan Desa Bringina.
“Rencana asesmen lapangan guna mengurai arus sampah yang menumpuk. BBWS akan datang assesmen di lapangan untuk mengurai sampah yang menumpuk di jembatan Desa Bringin,” katanya.
BPBD Kabupaten Ponorogo mengkau masih melakukan pendatan terhadao jumlah rumah terendam dan kawasan tanaman padi milik warga yang terendam banjir.
"Sampai sore ini, BPBD masih di Desa Ngampel. Ruas jalur di Ponorogo-Pacitan masih terjadi penumpukan air belum ada penurunan. Untuk luasan sawah terdampak masih dalam proses koordinasi dengan Dina Pertanian,” pungkas Agung.