0
News
    Home Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Berita Featured Kesehatan Protein SNI Spesial

    Penelitian: Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Punya Kandungan Protein di Atas SNI - Kompas

    6 min read

     

    Penelitian: Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Punya Kandungan Protein di Atas SNI



    KOMPAS.com – Ikan sapu-sapu kerap dipandang sebelah mata karena hidup di perairan tercemar dan dianggap sebagai ikan pengganggu.

    Namun, penelitian belum lama ini menunjukkan bahwa ikan air tawar ini berpotensi menjadi sumber pangan bergizi tinggi jika diolah dengan tepat.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Penelitian berjudul “Kandungan Nutrisi Abon Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung, Indonesia” mengungkapkan bahwa kandungan protein abon ikan sapu-sapu berada di atas standar mutu nasional (SNI).

    Baca juga: Dokter Ungkap Bahayanya Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar

    Studi ini dilakukan oleh Haninah, Handhini Dwi Putri, Dewi Elfidasari, dan Irawan Sugoro dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia, serta Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN).

    Timnas Punya Apparel Baru, Ini Respons John Herman

    Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Pengolahan Pangan Volume 7 Nomor 1 halaman 14–19 edisi Juni 2022.

    Sampel diambil dari Sungai Ciliwung

    Dalam penelitian ini, sampel ikan sapu-sapu diperoleh dari kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, tepatnya di Jalan Inspeksi Ciliwung, Letjen MT Haryono, Gg Ciliwung, Cawang, Jakarta.

    Ikan sapu-sapu dipilih karena populasinya melimpah di perairan tawar Indonesia, meskipun spesies ini sejatinya berasal dari Amerika Selatan dan bersifat invasif.

    Peneliti mengolah daging ikan sapu-sapu menjadi abon melalui beberapa tahap. Daging ikan seberat 1 kilogram difillet, dicuci bersih, lalu diberi perasan jeruk nipis dan direbus selama sekitar 20 menit hingga matang.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Setelah itu, daging disuwir halus dan dimasak bersama bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas.

    Santan kelapa, daun salam, dan daun jeruk ditambahkan, kemudian adonan dimasak sambil diaduk selama kurang lebih dua jam hingga berubah warna menjadi kecokelatan dan bertekstur kering khas abon.

    Baca juga: Perjalanan Ikan Sapu-sapu, dari Kali Ciliwung ke Gerobak Siomay

    Kandungan protein dianalisis secara ilmiah

    Kadar protein abon dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, metode standar laboratorium untuk menentukan kandungan nitrogen yang kemudian dikonversi menjadi kadar protein.

    Hasil analisis menunjukkan, kandungan protein abon ikan sapu-sapu mencapai 39,68 persen.

    Angka ini berada di atas SNI 7690.1:2013 yang mensyaratkan kadar protein minimal 30 persen untuk produk abon.

    Meski lebih rendah dibandingkan kandungan protein daging ikan sapu-sapu segar yang dilaporkan dalam penelitian sebelumnya sebesar 50,05 persen, kadar protein abon tetap dinilai tinggi dan memenuhi standar mutu pangan.

    Kadar air menurun, protein meningkat

    Peneliti menjelaskan, tingginya persentase protein pada abon disebabkan oleh penurunan kadar air selama proses pengolahan.

    Semakin rendah kadar air suatu bahan pangan, semakin tinggi persentase protein yang terkandung di dalamnya.

    Baca juga: Begini Risiko Makan Ikan Sapu-sapu dari Sungai yang Tercemar

    Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pengurangan air pada bahan pangan akan meningkatkan konsentrasi protein dan lemak.

    Selain bernilai gizi tinggi, protein ikan juga dikenal memiliki sifat fungsional yang baik, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik fisiko-kimia, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan alternatif.

    Hasil penelitian ini membuka peluang pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan bernilai tambah, sekaligus menjadi solusi pengendalian populasi ikan invasif di perairan Indonesia.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

    Komentar
    Additional JS