0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Ratna Sari Dewi Soekarno Spesial

    Berkas Perkara Ratna Sari Dewi Soekarno Dilimpahkan ke Kejaksaan Jepang, Bantah Lakukan Kekerasan - Tribunnews

    6 min read

      

    Berkas Perkara Ratna Sari Dewi Soekarno Dilimpahkan ke Kejaksaan Jepang, Bantah Lakukan Kekerasan

    Kepolisian Tokyo melimpahkan berkas Dewi Sukarno ke kejaksaan atas dugaan penganiayaan mantan manajer, agensi angkat suara



    Ringkasan Berita:
    • Kepolisian Metropolitan Tokyo melimpahkan berkas perkara Ratna Sari Dewi Sukarno ke kejaksaan atas dugaan melukai mantan manajernya di sebuah klinik hewan di Shibuya. 
    • Agensi Dewi membantah tuduhan pemukulan dan penendangan, menyebut insiden terjadi saat ia mengalami guncangan emosional usai kematian anjing kesayangannya. 
    • Proses hukum tetap berlanjut dan keputusan akhir berada di tangan kejaksaan Jepang.
     

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kepolisian Metropolitan Tokyo mengirimkan berkas perkara ke kejaksaan terhadap selebritas JepangDewi Fujin atau Ratna Sari Dewi Soekarno (85) atas dugaan melukai mantan manajernya. 

    Peristiwa tersebut terjadi pada Oktober tahun lalu di sebuah rumah sakit hewan di wilayah Shibuya Tokyo.

    Menurut sumber penyelidikan kepolisian, pada 28 Oktober 2025, Dewi diduga melakukan tindakan kekerasan seperti memukul dan menendang seorang perempuan berusia 30-an yang saat itu menjabat sebagai manajernya. 

    Akibatnya, korban mengalami luka ringan. 

    Kejadian bermula ketika Dewi menerima kabar bahwa anjing peliharaannya yang dirawat di rumah sakit hewan tersebut meninggal dunia. 

    Dalam kondisi emosional, ia dilaporkan menendang dinding dan bertindak agresif di dalam klinik, hingga polisi dipanggil ke lokasi.

    Baca juga: Tahun Baru 2022, Senyum Ratna Sari Dewi Soekarno Bersama Anak dan Cucu

    Namun, pada Jumat (23/1/2026), kantor agensi yang dipimpin langsung oleh Devi Sukarno mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keras tuduhan tersebut. 

    Dalam klarifikasinya, pihak agensi menegaskan bahwa tidak pernah terjadi tindakan memukul ataupun menendang terhadap sang mantan manajer.

    Agensi menjelaskan, saat Dewi tiba di rumah sakit hewan, ia melihat kondisi anjing kesayangannya yang meninggal dengan selang panjang masih terpasang di mulut serta jarum infus di keempat kakinya. 

    Ketika dokter menarik selang tersebut, darah mengalir dan pemandangan itu membuat Dewi mengalami guncangan emosional yang hebat.

    Dalam situasi tersebut, Devi berusaha menanyakan kondisi kepada dokter. 

    Namun, sang manajer justru memeluknya dari belakang untuk menahan gerakannya. 

    Pihak agensi mengakui bahwa Dewi sempat mengibaskan tangan untuk melepaskan diri, tetapi menegaskan bahwa tindakan itu “sama sekali bukan pemukulan.”

    Karena kedua tangannya memeluk jasad anjingnya, Dewi disebut hanya menunjuk arah pintu dengan kaki sebagai isyarat agar sang manajer pulang lebih dahulu. 

    Agensi menekankan bahwa gerakan itu bukanlah tendangan dan tidak mengenai tubuh siapa pun.

    “Tidak ada satu pun tindakan ‘memukul’ atau ‘menendang’ seperti yang diberitakan, dan tidak ada perbuatan yang menyebabkan luka,” tulis agensi tersebut. 

    Mereka juga menyebut bahwa seluruh kejadian terekam jelas oleh kamera keamanan rumah sakit hewan, serta disaksikan oleh sekretaris Dewi dan beberapa pengunjung lain yang sedang berada di ruang tunggu.

    Pihak agensi menyatakan akan terus menjelaskan fakta-fakta tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik. 

    Sementara itu, proses hukum tetap berjalan, dan keputusan akhir akan berada di tangan kejaksaan.

    Kasus ini menarik perhatian luas publik Jepang, mengingat figur Dewi Soekarno yang selama ini dikenal sebagai tokoh publik dengan kepribadian kuat dan karier panjang di dunia hiburan.

    Diskusi  hiburan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com


    Komentar
    Additional JS