Pakar Sebut Ada 3 Bahaya Sinkhole Seperti yang Terjadi di Limapuluh Kota - Kompas
Pakar Sebut Ada 3 Bahaya Sinkhole Seperti yang Terjadi di Limapuluh Kota
KOMPAS.com - Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan yang terjadi di Sumatera Barat sempat bikin sebagian masyarakat was-was.
Bagaimana tidak, tiba-tiba ada lubang besar yang berair di kawasan sawah Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, awal tahun ini.
Kekhawatiran tersebut muncul bukan tanpa alasan, masyarakat cemas lubang itu akan meluas dan meningkatkan resiko pada lingkungan sekitar.
Lantas, seberapa besar bahaya fenomena sinkhole di tengah masyarakat?
Untuk mengetahui jawabannya, Kompas.com menghubungi pakar geologi untuk memaparkan betapa bahayanya fenomena sinkhole.
Baca juga: Rekam Jejak Timothy Ronald, Terlapor Kasus Dugaan Penipuan Kripto
Tiga Bahaya sinkhole
Sinkhole merupakan lubang di permukaan tanah yang terbentuk secara tiba-tiba atau bertahap akibat amblasnya lapisan tanah ke dalam rongga bawah tanah.
Dosen Teknik Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Salahuddin Husein memperingatkan bahwa fenomena sinkhole ini dapat membahayakan.
Pasalnya, lubang runtuhan tersebut mempunyai sifat yang sering kali muncul tanpa peringatan dan memiliki daya rusak yang masif.
Baca juga: Dosen Geologi UGM: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kembaran Ngarai Sianok
"Bahayanya tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik, tetapi juga mengancam nyawa dan stabilitas lingkungan," beber Salahuddin kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
Salahuddin memaparkan setidaknya ada tiga bahaya sinkhole bagi manusia, berikut rinciannya.

Ancaman terhadap keselamatan jiwa
Baru-baru ini, sebuah sinkhole memang muncul di pertengahan sawah.
Baca juga: Ada 2 Sekolah Kedinasan Baru 2026, Kuliah Gratis dan Lulusannya Pasti CPNS
Meski lokasi yang baru terjadi jauh dari pemukiman warga, Salahuddin mengingatkan ada kemungkinan munculnya lubang tanah serupa di area padat penduduk.
Insiden tersebut sempat terjadi di Jalan Samsen, Bangkok, Thailand pada 24 September 2025 silam.
Lubang sedalam 20-50 meter yang muncul di depan Rumah Sakit Vajira, Bangkok itu menimbulkan kerugian di kawasan sekitar.
Rumah Sakit Vajira diketahui terpaksa menghentikan layanan rawat jalan, bahkan harus mengevakuasi 3.500 pasien ke gedung lain, sebagaimana laporan Kompas.com, Kamis (25/9/2025).
Baca juga: Kebakaran Hutan Landa Australia, 1 Orang Tewas dan 350.000 Hektar Lahan Terdampak
Apabila sinkhole terjadi di kawasan ramai penduduk, maka ancaman terhadap keselamatan jiwa berpotensi meningkat.
"Ada ancaman terhadap keselamatan jiwa, terutama apabila terbentuk di daerah perkotaan (urban)," ucap Salahuddin.
Salahuddin juga mencontohkan, ada beberapa kasus sinkhole di dunia yang mencatat pengendara motor atau mobil yang sedang melaju tiba-tiba terperosok ke lubang sedalam belasan meter.
"Ada pula rumah-rumah beserta penghuninya yang pernah tertelan sinkhole saat mereka sedang tidur," sebut Salahuddin.
Baca juga: Mengapa Demo Besar-besaran Pecah Lagi di Iran dan Apa Artinya bagi Rezim?
2. Kerusakan infrastruktur dan dampak ke ekonomi sekitar
Selain mengancam nyawa seseorang, fenomena sinkhole juga membuka potensi kerusakan infrastruktur dalam skala besar.
Menurut Salahuddin, kerusakan yang ditimbulkan oleh lubang runtuhan bisa sangat masif dan berdampak signifikan pada ekonomi sekitar.
"Sinkhole ini mampu merusak struktur perkotaan yang vital, seperti jalan, bandara, jaringan utilitas, bangunan publik (sekolah, rumah sakit, pasar)," ucapnya.
Dengan kata lain, dampak ekonomi yang ditimbulkan bukan hanya sebatas perbaikan infrastruktur fisik, melainkan juga gangguan produktivitas masyarakat.
Baca juga: AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Haruskah Asia Merasa Terancam?
3. Kontaminasi lingkungan dan air bersih
Bukan hanya mengancam nyawa dan merusak infrastruktur, sinkhole berpotensi mendatangkan dampak serius bagi lingkungan sekitar.
Lubang sinkhole yang biasanya muncul bersamaan dengan air dapat memicu kontaminasi lingkungan dan air bersih.
Salahuddin membeberkan, sinkhole dapat menjadi pintu masuk langsung bagi polutan, seperti limbah, pestisida, atau bahan kimia.
Baca juga: Misteri Bayu Sigit dan Iwan Banderas, Diduga Penyidik KPK yang Peras Rp 10 M
"Polutan-polutan itu bisa menembus ke dalam akuifer air tanah, sehingga merusak kualitas air konsumsi masyarakat," jelasnya.
Untuk kawasan pertanian, apabila runtuhan sinkhole tidak secepatnya ditangani dengan tepat, dikhawatirkan lahan pertanian akan tergenang.
Imbasnya, masyarakat berisiko kehilangan lahan produktifnya.
"Selain itu di kawasan pertanian, sinkhole bisa mengubah pola irigasi dan menyebabkan hilangnya lahan produktif," imbuh Salahuddin.
Baca juga: Harga Token Listrik PLN 12–18 Januari 2026, Beli Rp 50.000 Dapat Berapa kWh?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang