0
News
    Home Bandung Barat Bencana Berita Cisarua Featured Lintas Peristiwa Longsor Spesial

    Penyebab Longsor di Bandung Barat, Hujan Intensitas Tinggi Pemicunya, Suara Gemuruh Jadi Pertanda - Tribunnews

    13 min read

     

    Penyebab Longsor di Bandung Barat, Hujan Intensitas Tinggi Pemicunya, Suara Gemuruh Jadi Pertanda


    BNPB membeberkan penyebab longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) pagi.

    Ringkasan Berita:
    • Longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, terjadi Sabtu (24/1/2026) pukul 10.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi sejak dini hari yang memicu runtuhan material ke permukiman warga.
    • BNPB melaporkan 8 orang tewas dan 82 orang masih hilang, sementara warga terdampak mengungsi untuk menghindari longsor susulan.
    • Saksi selamat mendengar suara gemuruh sebelum kejadian, dan BMKG mengimbau masyarakat waspada banjir serta longsor seiring meluasnya musim hujan di Jawa Barat.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari membeberkan penyebab longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) pagi.

    Sebelum longsor menerjang, wilayah Desa Pasirlangu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diterjang hujan intensitas tinggi sejak Sabtu dinihari sekira pukul 02.30 WIB.

    Guyuran hujan berlangsung selama beberapa jam hingga puncaknya terjadi longsor pada 10.30 WIB.

    "Peristiwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak," terang Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

    Data sementara akibat longsor 8 orang dilaporkan tewas dan 82 korban lainnya masih hilang.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah melaporkan 80,7 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.

    Daerah Jawa Barat masuk dalam kategori waspada curah hujan tinggi bersama Provinsi DKI Jakarta, Banteng, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Bara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

    Kondisi ini berlaku mulai tanggal 21 hingga 31 Desember 2026.

    "Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah memasuki musim hujan agar selalu menjaga kesehatan, waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan longsor, rajin membersihkan saluran air, menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir, serta terus memantau informasi mengenai cuaca dan iklim," imbau BMKG di postingan Instagram resminya.

    Baca juga: Jeritan Warga Pecah saat Longsor di Cisarua Bandung Barat, Walhi: Negara Gagal Lindungi Warga

    Suara Gemuruh Jadi Pertanda

    Korban selamat longsor di Kabupaten Bandung Barat, Eneng Rohaeni (38) memberikan kesaksian di detik-detik bencana yang menerjang desanya.

    Ia mengaku mendengar dua kali suara gemuruh sekira pukul 03.00 WIB dan 03.30 WIB.

    "Ada suara gemuruh di kejadian pertama seperti pesawat. 30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua," katanya, dikutip dari TribunJabar.id.

    Usai suara gemuruh, warga diliputi rasa takut dan cemas.

    Pagi pun datang dan bencana yang tidak disangka benar-benar terjadi.

    Saat longsor, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

    "Kejadian pertama itu ada puing-puing, tertahan dulu. Jadi pada masih bisa untuk menyelamatkan diri. Baru yang kedua, itu semua tidak ada yang bisa menyelamatkan diri," katanya.

    Kini, Eneng dan ratusan korban selamat lainnya diminta mengungsi di Puskesmas Pasirlangu dan Kantor Desa Pasirlangu untuk mencegah longsor susulan.

    Letak Geografis Desa Pasirlangu

    Desa Pasirlangu terletak di sisi selatan kaki Gunung Burangrang. 

    Secara administratif, wilayah ini masuk Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Sebagian besar area desa berupa permukiman yang berdampingan dengan lahan pertanian dan perkebunan. 

    Lingkungan perkampungan dikelilingi kebun sayuran dan tanaman hortikultura lainnya.

    Desa ini memiliki beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah, antara lain: keripik, aneka olahan susu, kopi, kerajinan tangan, hasil pertanian organik.

    Baca juga: Longsor di Cisarua Bandung Barat Menyerupai Sungai Cokelat: 4 Tewas, 89 Hilang, 30 Rumah Tertimbun

    Lakukan Modifikasi Cuaca

    BNPB melakukan modifikasi cuaca di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, longsor kali ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (24/1/2026) dini hari.

    Keesokan harinya sekitar pukul 10.30 WIB, terjadilah longsor yang menimbun rumah-rumah warga.

    Oleh karenanya, untuk memudahkan pencarian korban dan mengantisipasi bencana susulan, BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    "Seiring dengan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, BNPB telah melaksanakan OMC sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan," katanya dalam keterangan tertulis.

    OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.

    Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13–22 Januari 2026. 

    Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026.

    Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. 

    Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

    "BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman," ujar Abdul Muhari.

    Data Kejadian Bencana Tanah Longsor

    • Lokasi Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
    • Waktu Kejadian, Sabtu, 24 Januari, pukul 02.30 WIB
    • Status, Darurat bencana
    • Dampak, 30 rumah tertimbun longsor
    • Korban Meninggal 8 orang
    • Korban Hilang 82 orang
    • Korban Selamat 23 orang
    • Jumlah Warga Terdampak 113 warga
    • Jumlah Kepala Keluarga (KK) 34 KK
    • Penanganan Pembuatan posko darurat, pengobatan korban, distribusi logistik

    65 Personel Polda Jabar Dikerahkan

    BERI KESAKSIAN - Eneng Rohaeni (38), salah satu warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memberikan kesaksiannya soal longsor di desanya, Sabtu (24/1/2026).
    BERI KESAKSIAN - Eneng Rohaeni (38), salah satu warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memberikan kesaksiannya soal longsor di desanya, Sabtu (24/1/2026). (TribunJabar.id/Adi Ramadhan Pratama)

    Bencana longsor yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memicu operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar, Sabtu (24/1/2026).

    Mengutip TribunJabar.id, sebanyak 65 personel Polda Jabar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

    Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.

    Ia menyebut Polda Jabar juga mengerahkan satu unit mobil SAR, tiga unit ranger, dua bus pasukan, satu truk pasukan, satu unit elf pasukan, serta satu unit Maung.

    "Kami siagakan pula 35 helm SAR, 25 ban SAR, 20 jas hujan, 30 sepatu boots, 12 cangkul, 10 sekop, satu terminal, satu lampu, satu roll kabel, 25 velbed, dua karmantel, satu tenda pleton, satu senso, satu posko SAR, satu dispenser, enam kursi, dan dua meja lapangan," katanya.

    "Saat ini sedang dilakukan evakuasi dan pencarian korban," tambah Kabid Humas Polda Jabar.

    Baca juga: Foto Penampakan Longsor di Cisarua Bandung Barat, Tim SAR Cari Warga Hilang di Tengah Cuaca Ekstrem

    Unsur SAR pun masih terus melakukan pencarian akibat bencana longsor tersebut.

    "Saat ini, tim SAR gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon, serta pemantauan menggunakan drone UAV," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, dalam keterangannya.

    Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung.

    Medan yang berat, tertutup lumpur dan material longsor, serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

    "Warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan," katanya.

    (Tribunnews.com, Endra, Tiara Shelavie/TribunJabar.id, Muhamad Nandri Prilatama, Rahmat Kurniawan)


    Komentar
    Additional JS