Peringatan Dini Cuaca BMKG Terkait Siklon Tropis Jenna, 7 Provinsi Waspada Hujan Lebat - Kompas
Peringatan Dini Cuaca BMKG Terkait Siklon Tropis Jenna, 7 Provinsi Waspada Hujan Lebat
LKOMPAS.com - Peningkatan aktivitas Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia memicu peringatan dini cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (7/1/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Dampak sistem cuaca ini diperkirakan meluas akibat kombinasi beberapa fenomena atmosfer. Tujuh provinsi ditetapkan dalam status waspada.
Apa Itu Siklon Tropis Jenna?
Siklon tropis Jenna berkembang dari bibit siklon tropis 91S yang tumbuh sejak 3 Januari 2026 pukul 01.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Bibit siklon ini mencapai intensitas siklon tropis pada 5 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.
Posisi dan Kekuatan Siklon Tropis Jenna
Prakirawan BMKG, Miftah Ali, menyampaikan bahwa Siklon Tropis Jenna terpantau berada di Samudra Hindia Barat Daya Banten.
Kekuatan siklon tersebut meningkat menjadi kategori 3 dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis Jenna diperkirakan memiliki kecepatan angin maksimum 65 knot atau 120 km/jam,” ujarnya dalam siaran BMKG, Selasa (6/1/2026).
Miftah menjelaskan, sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin di sekitar pusat siklon atau low level jet hingga lebih dari 25 knot di Samudra Hindia Barat Daya Sumatera.
Tujuh Provinsi Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Berdasarkan analisis BMKG, masyarakat di tujuh provinsi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni:
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
Dinamika Atmosfer Perkuat Potensi Hujan
Selain Siklon Tropis Jenna, BMKG juga memantau keberadaan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Aceh dan Teluk Karpentaria, serta sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat.
Kombinasi fenomena tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi).
Pola konvergensi dan konfluensi ini memanjang dari Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, hingga Papua.
Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia,” kata Miftah.
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Kota
BMKG juga memetakan potensi hujan disertai kilat atau petir yang dapat melanda sejumlah kota besar.
Di wilayah Indonesia bagian barat, hujan petir diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Tanjung Selor, dan Palangkaraya.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian timur, potensi hujan petir perlu diwaspadai di Kupang.
“Sedangkan potensi hujan sedang di Medan, Semarang, Mamuju, Makassar, dan Nabire,” kata Miftah.
BMKG turut mencatat potensi hujan ringan yang tersebar di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Adapun kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Bengkulu, Denpasar, Mataram, dan Manokwari, serta udara kabur di Palembang.