Pernah Jatuh, Anwar Usman Sebut Dokter Anjurkan Dirinya Pemulihan 1-2 Tahun - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menjelaskan,, dirinya pernah mengalami musibah dan jatuh pada awal 2025.
Pada saat itu, dokter pun menganjurkan dirinya untuk istirahat dan memulihkan diri selama satu hingga dua tahun.
Hal tersebut diceritakannya untuk mengklarifikasi laporan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyebut dirinya paling sering absen dalam persidangan.
"Bukan hanya istirahat, istirahat jelas ya. Dan perawatan pemulihan antara satu sampai dua tahun," jelas Anwar saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Anwar Usman Tak Terima Laporan MKMK: Saya Tidak Pernah Absen, Apalagi Bolos
Akibat musibah jatuh tersebut, Anwar Usman sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Saya sudah tergeletak di lantai. Akhirnya saya ke rumah sakit. Dan tidak ada kata lain, hari itu opname," ujar Anwar.
Kini, Anwar mengaku masih menjalani pengobatan dan perawatan pasca musibah jatuhnya pada awal 2025.
Bahkan, ia saat ini diminta untuk rutin meminum obat sebanyak tiga kali dalam sehari.
"Jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang keempat kali untuk minum obat," ujar Anwar.
Baca juga: Cerita Anwar Usman Saat Jatuh Sakit: Tergeletak di Lantai, Mengira Sudah Hilang
Tidak Terima Disebut Sering Absen
Oleh karena itu, Anwar tidak terima laporan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyebutnya sebagai Hakim Konstitusi paling sering absen dalam persidangan.
Sebab berdasarkan laporan MKMK, Anwar tercatat sebagai hakim yang tidak hadir dalam persidangan sebanyak 113 kali, terdiri dari 81 kali sidang pleno dan 32 kali sidang panel.
"Jadi masih banyak keluarga saya yang belum jelas sekali alasan (mengapa absen). Saya mohon maaf nggak pernah (absen), apalagi bolos," tegas Anwar.
Baca juga: Anwar Usman Tak Terima Laporan soal Sering Absen Sidang Diungkap ke Publik
Ketidakhadirannya dalam persidangan karena sakit juga sudah mengantongi izin, bukan absen tanpa alasan.
"Jadi ketidakhadiran saya itu tidak ada yang tanpa alasan sakit," tegas Anwar.
Oleh sebab itu, Anwar Usman mengaku tidak terima dengan laporan MKMK yang "mencapnya" sebagai Hakim Konstitusi yang paling sering absen.
"Enggak (terima)," tegas Anwar Usman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang