Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS! - SindoNews
2 min read
Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS!
Selasa, 06 Januari 2026 - 08:47 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro janji akan mengangkat senjata lagi jika diserang Amerika Serikat. Foto/The City Paper Bogota
A
A
A
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro telah berjanji untuk mengangkat senjata jika negaranya diserang Amerika Serikat (AS).
Pernyataannya muncul setelah Presiden Donald Trump mengancam akan membuat Petro bernasib serupa dengan Presiden Venezuela yang digulingkan; Nicolas Maduro.
Sekadar diketahui, pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS menculik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer singkat di Caracas, Venezuela, Sabtu pekan lalu.
Baca Juga: Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela
Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Minggu, Trump menuduh Petro mengatur perdagangan kokain dan mengisyaratkan bahwa dia juga dapat segera disingkirkan seperti Maduro.
Ketika ditanya apakah AS akan melancarkan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab: "kedengarannya bagus bagi saya."
Pernyataannya muncul setelah Presiden Donald Trump mengancam akan membuat Petro bernasib serupa dengan Presiden Venezuela yang digulingkan; Nicolas Maduro.
Sekadar diketahui, pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS menculik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer singkat di Caracas, Venezuela, Sabtu pekan lalu.
Baca Juga: Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela
Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Minggu, Trump menuduh Petro mengatur perdagangan kokain dan mengisyaratkan bahwa dia juga dapat segera disingkirkan seperti Maduro.
Ketika ditanya apakah AS akan melancarkan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab: "kedengarannya bagus bagi saya."
Dalam unggahan di X pada hari Senin, Petro berjanji untuk melawan ancaman AS.
“Meskipun saya bukan seorang militer, saya tahu tentang perang dan operasi rahasia. Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi sejak Pakta Perdamaian 1989, tetapi demi Tanah Air, saya dengan berat hati akan mengangkat senjata lagi,” katanya.
Sebelum terpilih sebagai presiden sayap kiri pertama Kolombia pada tahun 2022, Petro adalah bagian dari kelompok gerilya komunis M-19. Kelompok itu setuju untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan politik arus utama Kolombia pada akhir tahun 1980-an.
Menurut Petro, dia telah menindak perdagangan kokain di negara itu selama masa jabatannya.
“Saya menghentikan pertumbuhan tanaman daun koka dan memulai rencana penggantian tanaman sukarela yang besar oleh petani penanam koka,” katanya, dengan alasan bahwa serangan udaranya terhadap kartel lokal membutuhkan ketelitian yang tepat untuk menghindari pembunuhan anak-anak dan petani, agar tidak menambah jumlah kelompok pemberontak Kolombia.
Setelah tuduhan perdagangan narkoba oleh Trump dan ancaman intervensi militer, Petro mengatakan dia menuntut agar setiap perwira militer "yang lebih menyukai bendera AS daripada bendera Kolombia" mengundurkan diri.
Setelah kecaman dari Kolombia dan Kuba atas serangan AS terhadap Venezuela, Trump juga membuat ancaman terselubung terhadap negara-negara Karibia tersebut, dengan mengeklaim bahwa negara-negara itu "siap untuk jatuh."
(mas)