Purbaya Ancam 'Sikat' Dirjen Pajak dan Bos Bea Cukai - CNN Indonesia
Menkeu Purbaya mengancam akan mencopot Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama jika kinerja penerimaan negara tak membaik tahun ini. (CNN Indonesia/Sakti Darma Abhiyoso).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam bakal mencopot Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama jika kinerja kedua direktorat tak membaik tahun ini.
Tahun lalu,target penerimaan negara tak tercapai. Tercatat, realisasi setoran pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target. Sementara, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target
Kendati demikian, Purbaya memaklumi lantaran ia baru menjabat sebagai menkeu pada September 2025 lalu.
"Tahun ini, saya enggak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan," ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1), seperti dikutip Detik Finance.
Tak hanya pimpinan direktorat, Purbaya juga tak segan merombak jajara pejabat DJBC dan DJP. Hal ini dilakukan demi menekan kebocoran penerimaan negara.
"Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai dan harusnya yang bocor-bocor itu enggak akan terjadi lagi ke depan," ujarnya.
Sebenarnya, Purbaya berniat merombak kedua direktorat tersebut sejak tahun lalu. Namun, selain baru menjabat sebagai menkeu, Purbaya menyadari perombakan besar-besar di akhir tahun juga berisiko mengganggu upaya menggenjot penerima negara.
Sebagai langkah awal perombakan, Purbaya akan merumahkan lima pejabat DJBC pada lima pelabuhan besar.
"Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua," tegasnya.
Sebagai pengganti, Purbaya memastikan akan mengoptimalkan dari pegawai yang sudah ada.
"Ada yang saya tukar. Kalau dari luar kan biasanya sih enggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja," terang Purbaya.
Pada November lalu, Purbaya purbaya melontarkan ancaman bakal membekukan DJBC dan merumahkan 16 ribu pegawai instansi tersebut.
Ia bahkan sudah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Ditjen Bea Cukai selama setahun ke depan.
"Biarkan, beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai. Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai gak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan," ucap Purbaya usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (27/11) lalu.
Purbaya juga tak segan untuk mengadopsi cara Presiden ke-2 RI Soeharto yang merekrut perusahaan Swiss Suisse Generale Surveillance (SGS3) untuk menjalankan tugas bea cukai.
"Diganti dengan SGS (Suisse Generale Surveillance), seperti zaman dulu lagi. Jadi, sekarang Bea Cukai, orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi," ujarnya.
Menurut Purbaya, setelah ancaman itu, pegawai Bea Cukai semakin semangat untuk memperbaiki kinerja.
(sfr)