Purbaya: Saya Buat Defisit 0% Bisa, tapi Ekonomi Morat-marit - SindoNews
2 min read
Purbaya: Saya Buat Defisit 0% Bisa, tapi Ekonomi Morat-marit
Kamis, 08 Januari 2026 - 19:59 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026). FOTO/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara dengan 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan defisit tahun 2024 yang berada di level 2,3%.
Pelebaran defisit dari target awal sebesar 2,53% menjadi 2,92% ditegaskan Menkeu sebagai langkah sadar pemerintah untuk menjalankan kebijakan countercyclical. Strategi ini diambil guna memastikan perekonomian tetap berekspansi di tengah tekanan yang melanda sepanjang tahun 2025.
"Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi, ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0% juga bisa tapi ekonomi morat-marit," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp744 Triliun, Melebihi Defisit APBN 2025
Meskipun defisit merangkak naik, Purbaya mengapresiasi kinerja jajarannya di Kementerian Keuangan berhasil menjaga ambang batas defisit agar tidak melampaui aturan konstitusi sebesar 3%.
Pelebaran defisit dari target awal sebesar 2,53% menjadi 2,92% ditegaskan Menkeu sebagai langkah sadar pemerintah untuk menjalankan kebijakan countercyclical. Strategi ini diambil guna memastikan perekonomian tetap berekspansi di tengah tekanan yang melanda sepanjang tahun 2025.
"Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi, ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0% juga bisa tapi ekonomi morat-marit," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp744 Triliun, Melebihi Defisit APBN 2025
Meskipun defisit merangkak naik, Purbaya mengapresiasi kinerja jajarannya di Kementerian Keuangan berhasil menjaga ambang batas defisit agar tidak melampaui aturan konstitusi sebesar 3%.
Ia menyebutkan pencapaian ini sebagai bentuk kehati-hatian fiskal yang sangat ketat di tengah kondisi yang tidak menentu. "Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3% walau keadaan agak menekan kita," ujar Purbaya.
Purbaya optimistis stimulus yang diberikan pada tahun 2025 akan membuahkan hasil pada tahun 2026. Dengan fondasi ekonomi yang kini lebih solid, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% dan berencana untuk mulai menekan angka defisit kembali ke level yang lebih rendah.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Melebar Tembus Rp695,1 Triliun, Dekati Batas 3% dari PDB
"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4%, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tambahnya.
(nng)