0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured PBB Sekjen PBB Spesial

    Sekjen PBB Nilai AS Lebih Utamakan Kekuasaan daripada Hukum Internasional - Serambinews

    7 min read

     

    Sekjen PBB Nilai AS Lebih Utamakan Kekuasaan daripada Hukum Internasional


    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menilai Amerika Serikat (AS) semakin

    Sekjen PBB Nilai AS Lebih Utamakan Kekuasaan daripada Hukum Internasional

    Kepala PBB Nilai AS Lebih Utamakan Kekuasaan daripada Hukum Internasional

    SERAMBINEWS.COM- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menilai Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan sikap yang mengutamakan kekuasaan dibandingkan kepatuhan terhadap hukum internasional.

    Pernyataan tersebut disampaikan Guterres dalam wawancara dengan program Today di BBC Radio 4.

    Dilansir melalui BBC News (19/1/2026), menurut Guterres, terdapat “keyakinan yang jelas” di Washington bahwa solusi multilateral tidak lagi dianggap relevan.

    Baca juga: Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Protes Mematikan di Iran

     Ia menyebut AS lebih mengandalkan penggunaan kekuatan dan pengaruh politiknya, bahkan dalam beberapa kasus bertentangan dengan norma hukum internasional.

    Pernyataan ini muncul beberapa minggu setelah AS melakukan serangan ke Venezuela dan menangkap presidennya.

    Situasi tersebut juga terjadi di tengah ancaman berulang Presiden AS Donald Trump yang menyatakan keinginannya untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom Denmark.

    Guterres menegaskan bahwa prinsip-prinsip dasar PBB, termasuk kesetaraan antarnegara anggota, kini berada dalam ancaman serius.

     Ia mengakui bahwa PBB menghadapi kesulitan besar dalam memastikan seluruh negara anggota mematuhi hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.

    Baca juga: Trump Incar Nyawa Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Iran Langsung Ultimatum Perang

    “PBB sangat terlibat dalam penyelesaian konflik global besar. Namun, kami tidak memiliki pengaruh sebesar negara-negara besar,” ujar Guterres.

     Ia mempertanyakan apakah kekuatan besar dunia menggunakan pengaruhnya untuk menciptakan solusi jangka panjang, atau hanya perbaikan sementara terhadap konflik global.

    Selain itu, Guterres menilai PBB membutuhkan reformasi menyeluruh untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

    Ia secara khusus mengkritik Dewan Keamanan PBB yang dinilainya sudah tidak lagi mewakili realitas dunia saat ini dan menjadi tidak efektif.

    Saat ini, lima anggota tetap Dewan Keamanan Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis memiliki hak veto.

    Baca juga: Ini Susunan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, Dari Tony Blair hingga Presiden Bank Dunia

    Hak ini kerap digunakan untuk menggagalkan resolusi penting, termasuk upaya mengakhiri perang di Ukraina dan konflik di Gaza.

    Guterres menilai hak veto sering dipakai untuk kepentingan nasional masing-masing negara, bukan demi perdamaian global.

    Ia juga menyoroti konflik di Jalur Gaza sebagai contoh keterbatasan PBB.

    Selama sebagian besar perang, PBB tidak dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan karena diblokade Israel.

    Baca juga: Trump Raup Keuntungan dari Minyak Venezuela, AS Dijual 30 Persen Lebih Mahal

    Guterres menegaskan bahwa PBB selalu siap menyalurkan bantuan, asalkan diberi akses dan kondisi yang memungkinkan.

    Meski menggambarkan situasi global yang penuh konflik, ketidakpastian, dan pelanggaran hukum internasional, Guterres menyatakan tetap optimistis.

     Menurutnya, dunia tidak akan menjadi lebih baik jika negara-negara dan pemimpin global enggan menghadapi kekuatan besar yang melanggar hukum internasional.

    “Saya percaya, jika kita tidak berani menghadapi pihak yang berkuasa, kita tidak akan pernah memiliki dunia yang lebih adil,” tutupnya.

    Baca juga: Trump Ancam Gunakan Undang-Undang Pemberontakan untuk Redam Protes Anti-ICE di Minnesota

    (Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
     
     
     


    Komentar
    Additional JS