Sekolah di Kudus Tetap Salurkan MBG meski Akses Terhalang Banjir - Beritasatu
Sekolah di Kudus Tetap Salurkan MBG meski Akses Terhalang Banjir
Kudus, Beritasatu.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan banjir setinggi hingga satu meter dan melumpuhkan akses menuju MI Darul Ulum 2 Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Kondisi tersebut memaksa distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa dilakukan di pinggir jalan raya.
Banjir yang merendam area sekolah membuat mobil pengantar dari Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) tidak dapat masuk ke lingkungan madrasah. Meski dalam kondisi darurat, pihak sekolah memastikan hak gizi 181 siswa penerima manfaat tetap tersalurkan.
Kepala Sekolah MI Darul Ulum 2, Nur Munazah, mengatakan banjir sempat surut sehari sebelumnya sehingga para guru bergotong royong membersihkan lumpur di sekolah. Namun, hujan lebat kembali turun dan menyebabkan air naik dengan cepat.
Terobos Banjir 3 Km, BPBD Pandeglang Evakuasi Ibu Hamil Pecah Ketuban
“Tadi malam saya sudah koordinasi dengan tim SPPG saat air agak surut. Tapi ternyata pagi ini air tinggi lagi dan akses tidak bisa dilalui. Akhirnya, mau tidak mau, pembagian kami lakukan di pinggir jalan,” ujar Nur Munazah saat ditemui di lokasi distribusi, Selasa (13/1/2026).
Untuk mempermudah penyaluran, pihak sekolah meminta agar paket makanan dikemas secara rapi. Tujuannya, agar paket makanan bisa langsung dibawa pulang oleh siswa maupun wali murid.
“Kami minta dibungkus agar anak-anak bisa langsung bawa pulang. Karena kondisi sekolah tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar sehabis bersih-bersih tadi,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan para wali murid harus melewati genangan air untuk mencapai lokasi distribusi. Salah satu orang tua siswa, Inayah, mengaku tetap bersemangat mengambil jatah makanan dan bahkan membantu mendistribusikannya kepada warga sekitar.
Banjir di Pati Meluas, 63 Desa di 15 Kecamatan Terendam
“Iya, ini nanti saya antarkan juga ke anak-anak yang rumahnya terdampak banjir. Karena saya warga sini, saya tahu rumah-rumah mana saja yang sulit keluar karena banjir,” kata Inayah.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Kudus mencatat banjir terus meluas. Hingga saat ini, 23 desa di 6 kecamatanterendam banjir. Tingginya curah hujan menyebabkan sedikitnya 32.387 jiwa terdampak, dengan akses jalan dan fasilitas pendidikan menjadi sektor yang paling terdampak.