0
News
    Home Berita BMKG Featured Lintas Peristiwa Siklon Tropis Nokaen Spesial

    Siklon Tropis Nokaen Masih Aktif, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi 24 Jam ke Depan

    10 min read

     

    Siklon Tropis Nokaen Masih Aktif, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi 24 Jam ke Depan

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui TCWC Jakarta merilis pembaruan kondisi Siklon Tropis Nokaen dan dua bibit siklon, Sabtu (17/1/2026) pukul 07.00 WIB. (Sumber: Instagram @infobmkg)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui TCWC Jakarta merilis pembaruan kondisi Siklon Tropis Nokaen dan dua bibit siklon, Sabtu (17/1/2026) pukul 07.00 WIB.

    BMKG menyatakan dampak tidak langsung sistem-sistem tersebut terhadap cuaca dan kondisi perairan di Indonesia diprakirakan berlangsung dalam 24 jam ke depan hingga Minggu (18/1/2026).

    Menurut pemantauan terkini, Siklon Tropis Nokaen terpantau di Laut Filipina sebelah utara Sulawesi Utara, sementara dua bibit siklon tropis lainnya, yakni 96S dan 97S, juga berada di sekitar wilayah Indonesia. 

    Ketiganya bergerak menjauhi Indonesia, namun tetap memberikan dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai.

    Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 17-18 Januari 2026: Ini Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat

    Siklon Tropis Nokaen di Utara Sulawesi Utara

    BMKG mencatat Siklon Tropis Nokaen memiliki kecepatan angin maksimum 40 knot (sekitar 75 km/jam) dengan tekanan udara minimum 996 hPa.

    Dalam 24 jam ke depan, intensitas Nokaen diprakirakan persisten pada kategori 1 dan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia.

    Meski demikian, sirkulasi angin dari Nokaen berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara bagian utara. 

    Gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter juga berpeluang terjadi di perairan Sangihe–Talaud serta Samudra Pasifik utara Maluku, yang berisiko bagi aktivitas pelayaran.

    Selain Siklon Nokaen, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 25 knot (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 1000 hPa. 

    Baca Juga: BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia 17–20 Januari 2026

    BMKG menilai bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.

    Dalam periode 24 jam ke depan, bibit 96S diprakirakan bergerak ke arah barat daya, menjauhi Indonesia.

    Namun, dampak tidak langsung berupa gelombang setinggi 1,25-2,5 meter tetap berpotensi terjadi di Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

    BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di pesisir utara Australia. 

    Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 998 hPa dan diprakirakan bergerak ke arah barat laut. 

    Peluang 97S untuk berkembang menjadi siklon tropis dinilai rendah.

    Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Indonesia 17-22 Januari 2026, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Meski berada di selatan, pengaruhnya tetap dirasakan di Indonesia bagian timur. 

    BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Maluku bagian selatan. 

    Selain itu, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter diprakirakan terjadi di Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kei dan Kepulauan Aru, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur.

    BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat, yang berisiko tinggi bagi pelayaran.

    Sistem CuacaKekuatan & PeluangDampak HujanDampak Gelombang Laut
    🌪️ Siklon Tropis NOKAEN
    Lokasi: Laut Filipina (Utara Sulut)
    AKTIF - 40 Knot
    TINGGI
    (Kategori 1)
    Kalimantan Utara bagian Utara1.25–2.5 m: Perairan Sangihe-Talaud, Samudra Pasifik utara Maluku.
    🔵 Bibit Siklon 96S
    Lokasi: Samudra Hindia (Selatan Jatim)
    RENDAH
    (25 Knot)
    -1.25–2.5 m: Selat Bali, Lombok, Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.
    🔵 Bibit Siklon 97S
    Lokasi: Pesisir Utara Australia
    RENDAH
    (15 Knot)
    NTT, Maluku bagian Selatan2.5–4.0 m: Kep. Babar & Tanimbar, Per. Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Arafuru Barat.
    1.25–2.5 m: Laut Sawu, Laut Banda Selatan, Kep. Kei & Aru.
    ⚠️ PERINGATAN KESELAMATAN: Masyarakat di wilayah pesisir dan operator pelayaran diharapkan waspada terhadap potensi gelombang mencapai 4 meter di wilayah NTT dan sekitarnya serta curah hujan tinggi yang dipicu oleh dinamika siklon ini.

    Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 17 Januari 2026, BMKG: Waspada Hujan Sepanjang Hari

    BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. 

    Aktivitas di laut diminta menyesuaikan kondisi cuaca dan perairan, serta memperhatikan peringatan dini terbaru.

    BMKG menegaskan pemantauan terhadap Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon 96S dan 97S akan terus dilakukan. 

    Informasi dan peringatan dini cuaca akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan dinamika atmosfer dan laut, guna menjaga keselamatan masyarakat dan aktivitas maritim di wilayah Indonesia. 

     


    Komentar
    Additional JS