Soroti Acara 'Mens Rea', Praktisi Hukum: Kritik Bertopeng Komedi Panji Penuhi Unsur Penghinaan - Pro Kalteng
Soroti Acara 'Mens Rea', Praktisi Hukum: Kritik Bertopeng Komedi Panji Penuhi Unsur Penghinaan
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Materi komedi yang dibawakan oleh komika Panji Pragiwaksono dalam acara bertajuk (Stand Up Comedy) Mens Rea baru-baru ini menuai kritik dan komentar dari berbagai golongan masyarakat. Materi tersebut dinilai bukan sekadar kritik, melainkan telah masuk dalam ranah penghinaan terhadap kehormatan negara.
Praktisi Hukum Kartika Candrasari, menilai bahwa kritik yang disampaikan secara amoral dan tanpa etika, apalagi menyasar kehormatan Presiden atau Wakil Presiden, memiliki implikasi serius.
“Melakukan kritik secara amoral dan tanpa etika, apalagi melakukan penghinaan kehormatan presiden atau wakil presiden, menurut saya sama saja dengan menghina negara,” ujarnya kepada prokalteng.co via WhatsApp, Kamis (8/1/26).
Ia mencontohkan kasus konkret dalam acara Mens Rea, di mana Panji dinilai melakukan serangan terhadap kehormatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan berlindung di balik topeng komedi. Menurutnya, jika mengacu pada Pasal 218 ayat (1) KUHP, tindakan tersebut memiliki celah untuk dituntut secara pidana.
“Intinya menurut saya, (Panji,red) telah menyerang kehormatan dan menghina Wakil Presiden. Kalau kita mengacu pasal 218 KUHP ayat (1), komika Panji bisa dituntut secara pidana. Tetapi karena ini delik aduan, dan Wapres Gibran tidak mengadukan, maka Panji belum bisa dituntut,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia membedah unsur-unsur yang dianggap sebagai bentuk penghinaan dalam materi tersebut. Salah satu poin yang disoroti adalah parodi wajah dan gestur yang dianggap mengolok-olok.
Selain itu, narasi yang dibangun Panji saat memuji wajah para calon presiden. Namun kemudian menggunakan frasa “pemilih wakil presiden” untuk subjek berikutnya, dinilai memperlihatkan unsur kesengajaan atau mens rea (niat jahat) yang sangat jelas.
“Dengan memparodikan wajah Wapres dengan gestur mengolok-olok, menurut saya itu sudah masuk poin unsur penghinaan terhadap Wakil Presiden. Apalagi diawali dengan memuji wajah para capres, sehingga kesengajaan itu sangat terlihat jelas,” pungkasnya. (*her)