Sulit Balik Produktif? Kenali Gejala Post Holiday Blues seusai Liburan - Beritasatu.com
Sulit Balik Produktif? Kenali Gejala Post Holiday Blues seusai Liburan
Jakarta, Beritasatu.com – Liburan akhir tahun sering menjadi momen pelepas penat setelah rutinitas yang melelahkan. Namun, ketika masa libur berakhir dan aktivitas kembali berjalan normal, tidak sedikit orang mengalami post holiday blues.
Post holiday blues merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pekerja kantoran, pelajar, maupun ibu rumah tangga. Meski bersifat sementara, kondisi ini tetap perlu dipahami dan dikelola dengan baik agar tidak mengganggu produktivitas serta keseimbangan mental dalam jangka panjang.
Apa Itu Post Holiday Blues?
Post holiday blues adalah kondisi emosional sementara yang muncul setelah masa liburan berakhir. Seseorang yang mengalaminya dapat merasakan berbagai emosi negatif, mulai dari kesedihan, rasa hampa, kesepian, kelelahan fisik dan mental, hingga tekanan psikologis. Dalam beberapa situasi, post holiday blues juga disertai rasa cemas saat menghadapi rutinitas, tanggung jawab, serta tuntutan pekerjaan yang kembali menumpuk.
Libur Berakhir, Orang Tua Wajib Siapkan Mental Anak Kembali ke Sekolah
Perubahan mendadak dari suasana santai dan menyenangkan ke rutinitas yang padat sering menjadi pemicu utama kondisi ini. Selama liburan, tubuh dan pikiran terbiasa dengan pola hidup yang lebih fleksibel, waktu tidur yang berubah, serta minim tekanan. Ketika semua itu harus kembali normal dalam waktu singkat, proses adaptasi bisa terasa cukup berat.
Gejala Post Holiday Blues yang Perlu Dikenali
Gejala post holiday blues dapat berbeda-beda pada setiap orang. Namun, sebagian gejalanya sering kali menyerupai tanda depresi ringan. Disitat dari laman Very Well Health, beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain munculnya rasa cemas tanpa sebab yang jelas, kehilangan semangat untuk beraktivitas, serta suasana hati yang mudah berubah menjadi lebih buruk.
Selain itu, seseorang juga bisa menjadi lebih sensitif dan mudah tersulut emosi, mengalami stres berlebihan, serta kesulitan tidur di malam hari. Kekhawatiran terhadap kondisi keuangan setelah liburan juga kerap muncul, terutama jika selama libur terjadi pengeluaran yang cukup besar. Semua gejala tersebut menandakan tubuh dan pikiran masih berusaha menyesuaikan diri setelah masa liburan berakhir.
Meski umumnya bersifat sementara, post holiday blues sebaiknya tidak diabaikan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi fokus, kinerja, dan suasana hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Tip Move On dari Liburan Akhir Tahun
Agar proses kembali ke rutinitas terasa lebih ringan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi post holiday blues secara bertahap. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah melakukan meditasi singkat atau latihan pernapasan. Istilah jet lag setelah liburan sering digunakan karena tubuh terasa kehabisan energi.
Mengambil waktu lima menit untuk menarik dan menghembuskan napas dalam-dalam, atau berjalan keluar ruangan sejenak, dapat membantu menenangkan sistem saraf. Banyak penelitian menunjukkan menghirup udara segar mampu meningkatkan fokus, menurunkan stres, serta memulihkan energi otak.
Selain itu, merapikan meja atau ruang kerja juga dapat membantu memperbaiki suasana hati. Lingkungan kerja yang berantakan sering kali membuat pekerjaan terasa lebih berat. Dengan menata ulang meja, dokumen, dan kotak masuk email, pikiran bisa terasa lebih ringan dan siap kembali bekerja.
Membuat daftar aktivitas harian juga menjadi langkah penting. Daftar tugas membantu pekerjaan terasa lebih terstruktur dan tidak menumpuk di kepala. Namun, sebaiknya to-do list dibuat pada pagi hari atau saat jam kerja dimulai.
Jangan Salah! 6 Mitos Nutrisi Ini Justru Merusak Tubuh
Menyusunnya terlalu malam justru berisiko mengganggu waktu istirahat, padahal tidur yang cukup sangat berpengaruh pada suasana hati dan performa kerja.
Alih-alih melupakan liburan, kenangan indah justru bisa dimanfaatkan sebagai sumber motivasi.
Memajang foto liburan terbaru di meja kerja dapat memunculkan pikiran positif dan membantu tubuh lebih rileks. Kenangan bahagia ini sering kali mampu memicu perasaan senang di tengah kesibukan.
Mengurangi penggunaan ponsel juga penting saat kembali bekerja. Terlalu sering membuka media sosial atau melihat kembali foto liburan dapat mengganggu konsentrasi dan memperlambat adaptasi ritme kerja. Jika merasa jenuh, aktivitas sederhana seperti peregangan ringan atau mendengarkan musik dapat menjadi alternatif yang lebih menenangkan.
Pada minggu pertama kerja, tidak ada salahnya menjalani aktivitas dengan tempo yang lebih santai. Masa ini bisa dimanfaatkan sebagai periode adaptasi. Merencanakan makan siang bersama rekan kerja atau memberi diri sendiri hadiah kecil, seperti minuman favorit saat istirahat dapat membantu menjaga suasana hati tetap positif.
Berbagi cerita liburan dengan teman kantor juga bisa menjadi cara efektif untuk melepas rindu suasana libur. Percakapan ringan semacam ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga membantu proses transisi kembali ke rutinitas tanpa tekanan berlebih.
Mengatur kembali pola tidur juga menjadi kunci penting untuk mengatasi post holiday blues. Pola tidur yang berantakan selama liburan sebaiknya dikembalikan secara bertahap. Tidur cukup dan teratur akan membuat tubuh lebih segar, fokus meningkat, serta semangat kerja perlahan kembali pulih.
Move on dari liburan akhir tahun memang membutuhkan waktu. Namun, dengan langkah-langkah sederhana dan sikap yang lebih ramah terhadap diri sendiri, proses kembali ke rutinitas dapat dijalani dengan lebih ringan, sehat, dan produktif.