0
News
    Home Berita Bogor Emas Keracunan Kesehatan Lintas Peristiwa Tambang

    Tambang Emas Ilegal Bogor Makan Korban, Lima Penambang Keracunan Gas - inews

    2 min read

     

    Tambang Emas Ilegal Bogor Makan Korban, Lima Penambang Keracunan Gas

    Ifan Jafar Siddik

    Ilustrasi penambang emas ilegal. Foto: Istimewa

    BOGOR, iNewsBogor.id — Lima orang penambang emas tanpa izin (PETI) dilaporkan mengalami keracunan gas karbon monoksida (CO) di kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026). Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

    Insiden tersebut terjadi di lubang tambang emas ilegal yang berada di wilayah Gunung Pongkor. Kelima korban dievakuasi menuju klinik di Desa Kalongliut, Kecamatan Nanggung, setelah mengalami keluhan sesak napas dan pusing.

    Hingga Rabu sore, petugas belum dapat memastikan jumlah korban secara keseluruhan. Proses evakuasi masih terus dilakukan mengingat kondisi di dalam lubang tambang dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan tim penyelamat.

    Berdasarkan informasi sementara di lapangan, keracunan gas diduga berasal dari asap genset yang digunakan oleh para penambang untuk penerangan dan aktivitas pengeboran di dalam lubang tambang dengan kedalaman mencapai sekitar 700 meter.

    Gas berbahaya tersebut diduga terperangkap di dalam lubang tambang, sehingga menyulitkan para penambang untuk keluar dan menyebabkan mereka mengalami gangguan pernapasan.

    Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, tim SAR, pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta unsur Forkopimda masih bersiaga di posko penanganan yang didirikan di Koramil Kecamatan Nanggung. Tim gabungan menunggu kondisi cuaca dan situasi lapangan membaik sebelum melanjutkan upaya evakuasi secara maksimal.

    Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal, mengingat risiko keselamatan yang tinggi serta potensi dampak lingkungan dan hukum yang ditimbulkan. Aparat juga menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam proses penanganan kejadian ini.

    Perkembangan lebih lanjut terkait kondisi korban dan hasil evakuasi akan disampaikan setelah ada informasi resmi dari pihak berwenang.

    Editor : Ifan Jafar Siddik
    Komentar
    Additional JS