0
News
    Home Berita China Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Trump Ancam Tarif 25% ke Negara Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras - SindoNews

    2 min read

      

    Trump Ancam Tarif 25% ke Negara Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras

    Rabu, 14 Januari 2026 - 08:43 WIB
    Beijing mengancam akan mengambil langkah pembalasan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif impor 25% bagi negara mitra Iran. FOTO/AP
    A
    A
    A
    WASHINGTON - Beijing mengancam akan mengambil langkah pembalasan menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang masih berbisnis dengan Iran. Ancaman ituQ dikeluarkan Trump sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintahan di Teheran.



    Melalui juru bicara Kedutaan Besarnya di Washington, Liu Pengyu, China menegaskan kesiapan mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi hak-hak sah dan kepentingan nasionalnya. Pernyataan itu disampaikan lewat platform X, menanggapi unggahan Trump di Truth Social.

    "Perang tarif dan perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang. Paksaan dan tekanan tidak bisa menyelesaikan masalah. Proteksionisme merugikan kepentingan semua pihak," tegas Liu seperti dikutip The Guardian, Rabu (13/1/2026).

    Baca Juga: Bisnis dengan Iran, Siap-siap! Bakal Kena Tarif Trump 25%

    Kebijakan Trump itu diumumkan sebagai respons atas gelombang protes di Iran yang berujung pada tindakan keras pemerintah. Menurut laporan Human Rights Activists in Iran yang dikutip Associated Press, sedikitnya 2.000 orang tewas dalam penumpasan unjuk rasa tersebut.

    Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang menyasar entitas tertentu, ancaman tarif 25% kali ini berlaku secara nasional. Kebijakan tersebut berpotensi menjerat sejumlah mitra dagang utama Iran, termasuk China, India, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Korea Selatan.

    Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi

    China, sebagai mitra dagang terbesar Iran yang menyerap sekitar 77% ekspor minyak negara itu pada 2024, berada di garis terdepan dampak ancaman ini. Eskalasi kebijakan AS berpotensi memicu ketegangan dagang global baru di luar konflik AS-Iran.

    Peringatan keras dari Beijing menandai ketegangan baru dalam hubungan dagang AS-China. Langkah Trump dinilai dapat memperuncing situasi, sementara China menegaskan komitmen untuk membela kepentingan ekonominya dari kebijakan yang dianggap sepihak dan merusak.
    (nng)
    Komentar
    Additional JS