0
News
    Home Berita Featured Kesehatan MERS-CoV Spesial

    Usai Ibadah Umrah, Seorang Warga Batam Dirawat dengan Dugaan MERS-CoV - VOI

    3 min read

     

    Usai Ibadah Umrah, Seorang Warga Batam Dirawat dengan Dugaan MERS-CoV



    Kepala Dinkes Kepri Bisri. (ANTARA)

    Kepala Dinkes Kepri Bisri. (ANTARA)

    Kepala Dinkes Kepri Bisri. (ANTARA)

    BATAM - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) mengonfirmasi adanya satu warga Kota Batam yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dengan dugaan terpapar Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).

    Kepala Dinkes Kepri, Bisri, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari dokter spesialis paru di Batam, pasien tersebut dikategorikan sebagai suspek atau terduga MERS-CoV, bukan Super Flu sebagaimana informasi yang sempat beredar sebelumnya.

    “Hasil pemeriksaan lab spesialis paru di Batam, warga bersangkutan ialah suspek atau terduga MERS-Cov. Bukan suspek Super Flu, seperti yang diberitakan sebelumnya,” kata Bisri saat dihubungi di Tanjungpinang, Minggu.

    Ia menerangkan, MERS-CoV merupakan virus penyebab gangguan pernapasan berat yang umumnya ditemukan di kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi.

    Menurut Bisri, pasien yang berusia paruh baya itu diduga terinfeksi setelah kembali dari perjalanan ibadah umrah di Arab Saudi.

    “Saat ini, warga dimaksud masih menjalani perawatan di Batam dengan gejala, seperti flu, sesak napas, nyeri, hingga mual-mual,” ujarnya.

    Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kepri telah mengambil sampel dari pasien tersebut. Sampel itu akan dikirim ke Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan guna memastikan diagnosis.

    Di sisi lain, Bisri mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu Super Flu yang belakangan muncul di sejumlah daerah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 62 kasus Super Flu hingga Desember 2025.

    Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta tetap menjalankan protokol kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala flu, seperti menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

    Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik yang teratur.

    “Super Flu ini sama dengan sakit flu biasa. Cuma gejalanya sedikit lebih berat. Orang-orang dengan daya tahan tubuh kuat tak akan terjangkit flu,” ujar Bisri.

    Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami gejala flu berat disertai demam yang tidak kunjung turun selama tiga hari, terlebih jika disertai sesak napas, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Hingga saat ini, Dinkes Kepri memastikan belum ditemukan kasus Super Flu di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kepulauan Riau. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara aktif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru.


    Komentar
    Additional JS