0
News
    Home Berita Featured Gunungkidul Spesial Sungai Oya

    Usai Mendaki Gunung, Pelajar Usia 12 Tahun Meninggal di Sungai Oya Gunungkidul - Liputan6

    4 min read

     

    Usai Mendaki Gunung, Pelajar Usia 12 Tahun Meninggal di Sungai Oya Gunungkidul

    saat korban meneburkan diri ke sungai, arus cukup dalam sehingga korban langsung terseret ke bagian tengah.


    Pelajar tewas tenggelam di Sungai Oya Gunungkidul. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

    Liputan6.com, Jakarta - RP, Seorang pelajar laki-laki berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oya, tepatnya di wilayah Kedung Sobanlah, Dusun Grogol, Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (24/1/2026) siang.

    Korban diketahui merupakan warga Kapanewon Ngawen. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB, saat korban bersama sejumlah temannya tengah beraktivitas di sekitar aliran Sungai Oya.

    Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto, saat dikonfirmasi menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama sembilan orang temannya sempat melakukan kegiatan naik gunung. Usai kegiatan tersebut, rombongan kemudian menuju Sungai Oya dengan maksud mencuci sepatu.

    “Setibanya di lokasi, korban sempat diingatkan oleh teman-temannya agar tidak mencebur ke sungai karena kondisi sungai cukup dalam. Namun korban tetap nekat masuk ke sungai, padahal diketahui tidak bisa berenang,” jelas AKP Wasdi.

    Menurut keterangan saksi berinisial RA (14) dan ZF (14) rekan korban, saat korban masuk ke sungai, arus cukup dalam sehingga korban langsung terseret ke bagian tengah. Melihat korban tenggelam, para saksi bersama teman lainnya sempat berusaha menolong dengan cara berpegangan tangan untuk meraih korban.

    “Salah satu saksi sempat memegang korban, namun korban dalam kondisi panik dan menendang sehingga pegangan terlepas. Korban kemudian kembali tenggelam dan semakin menjauh,” ungkap Kapolsek.

    Karena tidak berhasil menolong, para saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Warga bersama saksi melakukan pencarian di sekitar lokasi korban tenggelam. Sekitar beberapa waktu kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam pada radius kurang lebih 10 meter dari titik awal tenggelam.

    Korban pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial AP (17), warga setempat. Saat berhasil diangkat ke permukaan, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas, dengan cairan berwarna kekuningan keluar dari mulut.

    “Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Semin 1 untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar AKP Wasdi.

    Namun demikian, hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Semin 1 menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pucat, mulut dan hidung mengeluarkan busa, pupil mata melebar maksimal, serta paru-paru dan perut terisi cairan. Dokter menyimpulkan korban meninggal murni akibat tenggelam,” terangnya.

    Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mencatat identitas korban dan saksi, mengumpulkan keterangan kronologis, hingga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

    “Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum lanjutan. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” pungkasnya.


    Komentar
    Additional JS