0
News
    Home Bisnis Featured Spesial

    5 Jenis Ternak Ikan yang Bikin Untung Cepat, Cocok untuk Pemula - Merdeka

    13 min read

     

    5 Jenis Ternak Ikan yang Bikin Untung Cepat, Cocok untuk Pemula

    Dapatkan panduan lengkap yang menyediakan peluang bisnis menarik untuk berbagai kalangan.

    Cara Ternak Ikan Gabus di Lahan Sempit (Foto: Gemini AI)

    Usaha perikanan air tawar kini semakin menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Peluang ini sangat terbuka lebar baik di desa maupun di perkotaan, terutama bagi mereka yang ingin memulai usaha skala kecil. Banyak orang mulai mempertimbangkan untuk melakukan ternak ikan yang relatif mudah dan menguntungkan, baik sebagai sumber pendapatan tambahan maupun sebagai bisnis utama dalam jangka panjang.

    Permintaan akan konsumsi protein hewani terus meningkat setiap tahun di berbagai daerah, di mana ikan menjadi pilihan favorit karena harganya yang terjangkau dan kemudahan dalam pengolahannya menjadi beragam menu. Kondisi ini membuat peluang untuk ternak ikan yang mudah dan menguntungkan semakin menjanjikan untuk dikembangkan secara serius.

    Modal awal untuk budidaya ikan pun cenderung fleksibel, dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial calon peternak. Kolam yang terbuat dari terpal, beton, atau tanah bisa dimanfaatkan tanpa perlu melakukan investasi besar pada tahap awal.

    Dengan perencanaan yang matang, ternak ikan yang mudah dan menguntungkan dapat memberikan arus kas yang stabil dalam waktu singkat. Selain itu, perkembangan teknologi dalam budidaya juga berkontribusi terhadap efisiensi produksi di berbagai skala usaha.

    Sistem bioflok, aerasi modern, dan manajemen pakan yang terukur membantu meningkatkan hasil panen. Berikut adalah ulasan lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2026).

    1. Lele

    Cara Ternak Ikan Gabus di Lahan Sempit (Foto: Gemini AI)

    Ikan lele adalah pilihan yang sangat populer dalam budidaya ikan, terutama bagi para pelaku usaha pemula. Hal ini disebabkan oleh risiko yang relatif rendah dan potensi keuntungan yang menjanjikan dalam waktu singkat.

    Keunggulan:

    1. Lele memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk fluktuasi kadar oksigen, perubahan suhu, dan tingkat kekeruhan air. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk dipelihara oleh pemula yang sedang belajar tentang manajemen kolam.
    2. Dalam waktu dua hingga tiga bulan, lele dapat mencapai ukuran yang siap konsumsi jika pakan diberikan secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya.
    3. Pakan untuk lele tersedia luas di pasaran dengan berbagai pilihan kadar protein, yang dapat disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Beberapa peternak juga menggunakan pakan alternatif untuk mengurangi biaya produksi.
    4. Lele merupakan bahan baku yang populer untuk berbagai menu di warung makan hingga restoran, sehingga perputaran penjualannya cukup cepat dan stabil di berbagai daerah.

    Lele dapat dibudidayakan di berbagai jenis kolam, seperti kolam terpal, kolam beton, atau sistem bioflok yang lebih modern dan efisien dalam penggunaan air. Risiko kematian lele relatif rendah jika kualitas air dijaga, kepadatan tebar tidak berlebihan, dan pakan diberikan sesuai dengan standar budidaya yang dianjurkan.

    2. Ikan Nila

    Ikan nila juga merupakan jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan memiliki pasar yang sangat luas, baik untuk konsumsi rumah tangga, usaha kuliner, maupun distribusi ke pasar tradisional dan modern.

    Keunggulan:

    1. Nila memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit yang umum terjadi dalam budidaya air tawar, sehingga tingkat kelangsungan hidupnya relatif tinggi jika manajemen kolam dilakukan dengan baik.
    2. Fleksibilitas media budidaya membuat nila dapat dipelihara di berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah alami hingga kolam permanen berbahan beton, sehingga peternak dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada.
    3. Harga ikan nila di pasaran cenderung stabil dan tidak terlalu fluktuatif, sehingga memudahkan perencanaan keuangan serta perhitungan potensi keuntungan setiap siklus panen.
    4. Dalam waktu sekitar empat hingga enam bulan, nila dapat mencapai ukuran yang layak jual jika nutrisi pakan tercukupi dan kualitas air terjaga dengan baik.

    Nila sangat diminati oleh restoran, rumah makan, dan pedagang pasar tradisional. Hal ini membuka peluang distribusi hasil panen yang lebar dan relatif mudah untuk dipasarkan dalam jumlah besar.

    3. Ikan Gurame

    Cara Ternak Ikan Gabus di Lahan Sempit (Foto: Gemini AI)

    Meskipun waktu yang diperlukan untuk panen ikan gurame lebih lama dibandingkan dengan ikan lele atau nila, ikan ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Hal ini menjadikan gurame sebagai pilihan yang menarik bagi peternak yang bersedia menunggu siklus pertumbuhannya yang lebih panjang.

    Keunggulan:

    1. Gurame dikenal sebagai ikan konsumsi yang memiliki harga lebih tinggi di pasaran, terutama untuk ukuran besar yang sering disajikan di restoran keluarga atau rumah makan yang spesialis dalam olahan ikan.
    2. Banyak pelaku usaha di bidang kuliner menjadikan gurame sebagai menu andalan, sehingga permintaan pasarnya relatif stabil, terutama di kalangan segmen menengah hingga atas.
    3. Dengan pengelolaan kolam yang tepat, ikan gurame memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan lingkungan dan penyakit umum.

    Gurame sangat cocok bagi peternak yang ingin fokus pada segmen pasar menengah ke atas dan mengutamakan kualitas ukuran panen dibandingkan dengan kecepatan siklus produksi.

    4. Ikan Patin

    Ikan patin memiliki tekstur daging yang lembut dan cita rasa yang gurih, sehingga banyak digemari oleh konsumen dari berbagai kalangan. Ikan ini cocok untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku produk olahan.

    Keunggulan:

    1. Patin dapat tumbuh dengan cepat jika kebutuhan nutrisinya terpenuhi, sehingga waktu panen bisa relatif efisien dalam skala budidaya intensif.
    2. Ikan ini sering dibudidayakan dalam jumlah besar di kolam luas atau keramba, membuat potensinya sangat baik untuk usaha komersial berskala menengah hingga besar.
    3. Patin sering diolah menjadi fillet, abon, dan produk beku, sehingga pasar tidak hanya terbatas pada penjualan ikan segar.

    Dengan manajemen pakan yang baik, pengaturan kepadatan tebar yang sesuai dengan kapasitas kolam, serta pengawasan kualitas air yang dilakukan secara berkala, ikan patin dapat menjadi salah satu pilihan ternak ikan yang mudah dan menguntungkan dalam jangka panjang.

    5. Ikan Cupang (Skala Rumahan)

    Bagi calon pelaku usaha yang ingin memulai dengan modal kecil dan lahan terbatas, ikan cupang bisa menjadi alternatif yang menarik dalam kategori budidaya skala rumahan.

    Keunggulan:

    1. Ikan cupang dapat dipelihara dalam wadah kecil seperti akuarium mini atau toples khusus, sehingga tidak memerlukan lahan luas untuk memulai usaha.
    2. Varian warna, bentuk sirip, dan kualitas genetik tertentu dapat meningkatkan harga jual secara signifikan, terutama di pasar hobiis.
    3. Komunitas pecinta ikan hias terus berkembang, baik melalui penjualan langsung maupun platform daring, sehingga peluang pemasaran cukup terbuka.

    Meskipun skalanya berbeda dibandingkan dengan ikan konsumsi, potensi margin keuntungan dari penjualan ikan cupang berkualitas unggul dapat sangat menarik jika proses pembenihan dan perawatan dilakukan secara konsisten dan selektif.

    Tips untuk Sukses Dalam Usaha Ternak Ikan agar Cepat Mendapatkan Keuntungan

    Cara Ternak Ikan Gabus di Lahan Sempit (Foto: Gemini AI)

    Agar usaha budidaya ikan dapat memberikan keuntungan yang lebih cepat dan stabil, penting untuk menerapkan strategi yang terencana dan konsisten dalam pelaksanaannya. Berikut adalah beberapa tips penting yang dapat membantu mempercepat perputaran modal serta meningkatkan hasil panen secara maksimal:

    1. Sebelum memulai, lakukan riset sederhana mengenai permintaan di daerah sekitar. Jika pasar lebih banyak menyerap lele atau nila, fokuslah pada jenis tersebut agar hasil panen lebih mudah terjual dan tidak menunggu lama di kolam.
    2. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas benih. Pilih bibit yang aktif bergerak, ukuran seragam, tidak cacat, serta berasal dari pembenihan terpercaya. Bibit yang sehat akan memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat.
    3. Hindari menebar benih terlalu padat demi mengejar produksi tinggi. Kepadatan yang berlebihan justru meningkatkan risiko stres, penyakit, serta pertumbuhan yang tidak merata. Sesuaikan jumlah benih dengan luas dan kapasitas kolam agar kondisi tetap optimal.
    4. Air merupakan faktor utama dalam ternak ikan. Pastikan sirkulasi lancar, kadar oksigen tercukupi, serta pH berada pada kisaran normal sesuai jenis ikan. Lakukan penggantian air secara berkala untuk menjaga kondisi tetap stabil.
    5. Pakan adalah komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan. Berikan pakan sesuai takaran dan jadwal yang teratur agar tidak terbuang sia-sia. Gunakan pakan berkualitas dengan kandungan protein yang sesuai dengan fase pertumbuhan ikan.
    6. Pisahkan ikan yang tumbuh lebih cepat dari yang ukurannya lebih kecil. Penyortiran ini membantu pertumbuhan yang lebih merata dan mencegah persaingan pakan yang berlebihan di antara ikan-ikan tersebut.
    7. Amati perilaku ikan setiap hari. Jika terlihat lemas, berenang tidak normal, atau nafsu makan menurun, segera lakukan penanganan. Pencegahan lebih murah dibandingkan dengan mengobati saat sudah terjadi kematian massal.
    8. Jangan menunda panen terlalu lama jika ukuran ikan sudah sesuai permintaan pasar. Panen tepat waktu membantu mempercepat siklus produksi berikutnya sehingga keuntungan dapat berputar lebih cepat.
    9. Sebelum panen tiba, pastikan Anda sudah memiliki calon pembeli seperti pedagang pasar, pengepul, rumah makan, atau mitra tetap. Strategi ini menghindari risiko hasil panen tidak terserap oleh pasar.
    10. Manajemen keuangan sangat penting dalam usaha ternak ikan. Dengan pencatatan yang rapi, Anda dapat menghitung biaya produksi, menentukan harga jual ideal, serta mengevaluasi keuntungan setiap siklus.
    11. Jika memungkinkan, gunakan sistem seperti bioflok atau aerator tambahan untuk meningkatkan efisiensi pertumbuhan. Teknologi sederhana ini dapat membantu meningkatkan hasil panen tanpa perlu memperluas lahan.

    Estimasi Keuntungan Sederhana (Contoh Budidaya Lele Skala Kecil)

    Cara Ternak Ikan Gabus di Lahan Sempit (Foto: Gemini AI)

    Simulasi perhitungan usaha ternak lele skala kecil ini menggunakan satu kolam sebagai contoh. Dalam simulasi ini, diasumsikan bahwa benih yang ditebar sebanyak 1.000 ekor dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 80%.

    Dari total tersebut, akan ada 800 ekor lele yang siap dipanen, yang jika dirata-rata, 10 ekor setara dengan 1 kilogram. Dengan demikian, total panen yang dihasilkan adalah sekitar 80 kilogram. Jika harga jual lele per kilogram ditetapkan sebesar Rp20.000, maka estimasi omzet kotor per siklus panen yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan adalah sebesar Rp1.600.000.

    Selanjutnya, mari kita lihat estimasi biaya yang diperlukan dalam usaha ini. Biaya yang diperkirakan meliputi: bibit sebanyak 1.000 ekor dengan total biaya Rp250.000, pakan seharga Rp800.000, serta biaya listrik, air, dan operasional sebesar Rp150.000. Dengan demikian, total biaya yang dibutuhkan untuk satu siklus panen adalah Rp1.200.000.

    Dari sini, kita bisa menghitung perkiraan laba bersih yang diperoleh. Dengan omzet Rp1.600.000 dikurangi total biaya Rp1.200.000, maka laba bersih yang didapatkan adalah Rp400.000 per siklus. Jika dalam setahun dapat melakukan panen sebanyak 4 hingga 5 kali, potensi keuntungan dari satu kolam bisa mencapai antara Rp1.600.000 hingga Rp2.000.000.

    Angka ini dapat meningkat seiring dengan penambahan jumlah kolam, misalnya menjadi 3 hingga 5 kolam. Namun, perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut merupakan simulasi sederhana dan hasil nyata akan bergantung pada harga pakan, harga jual di masing-masing daerah, serta manajemen budidaya yang diterapkan.

    Pertanyaan dan Jawaban

    Mengapa ternak ikan air tawar menjanjikan sebagai peluang bisnis?

    Ternak ikan air tawar menjadi pilihan yang menjanjikan karena adanya permintaan yang tinggi dan stabil dari konsumen. Selain itu, modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha ini relatif kecil, dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh sangat besar, terutama dari berbagai jenis ikan yang banyak digemari masyarakat.

    Jenis ikan air tawar apa yang paling mudah dan menguntungkan untuk dibudidayakan pemula?

    Untuk pemula, jenis ikan yang paling mudah dan menguntungkan untuk dibudidayakan adalah lele, nila, patin, dan gurame. Lele memiliki waktu panen yang cepat dan tahan terhadap berbagai penyakit, sedangkan nila dikenal mudah dipelihara dan tumbuh dengan cepat. Patin memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sementara gurame menawarkan harga jual yang premium.

    Apa keunggulan sistem biofloc dalam budidaya ikan?

    Sistem biofloc menawarkan berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan air yang lebih baik, memungkinkan kepadatan tebar ikan yang lebih tinggi, serta meningkatkan efisiensi pakan. Dengan sistem ini, limbah yang dihasilkan dapat diubah menjadi pakan alami, yang pada gilirannya mempercepat pertumbuhan ikan.

    Bagaimana langkah awal memulai usaha ternak ikan bagi pemula?

    Langkah awal untuk memulai usaha ternak ikan bagi pemula meliputi persiapan lahan dan kolam yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, pemilihan bibit ikan berkualitas tinggi sangat penting, serta manajemen air dan pakan yang teratur untuk memastikan pertumbuhan optimal dan mencegah penyakit yang dapat mengganggu usaha budidaya.


    Komentar
    Additional JS