Bandara Narita Terapkan Program Pekerja Asing Tanpa SIM Jepang, Atasi Kekurangan Tenaga Kerja - Kompas
Bandara Narita Terapkan Program Pekerja Asing Tanpa SIM Jepang, Atasi Kekurangan Tenaga Kerja
OHAYOJEPANG - Bandara Narita mulai memberlakukan program yang memungkinkan pekerja asing tanpa surat izin mengemudi (SIM) Jepang mengoperasikan kendaraan angkutan kargo di apron parkir pesawat.
Program tersebut diterapkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang parah di sektor transportasi kargo bandara.
Program ini menjadi yang pertama di Jepang dan mempercepat waktu kerja karena menghapus kewajiban konversi SIM asing ke SIM Jepang.
Selama ini, proses konversi SIM asing ke SIM Jepang biasanya memakan waktu sekitar enam bulan.
Melansir Kyodo News (31/1/2026), sebanyak dua karyawan JAL Ground Service Co. memperoleh izin mengemudi pada pertengahan Januari setelah program dimulai pada bulan sebelumnya.
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas Pengemudi Asing di Jepang Meningkat, Konversi SIM Diperketat
JAL Ground Service Co. merupakan perusahaan dalam grup Japan Airlines yang bertanggung jawab atas operasional darat bandara.
Salah satu karyawan tersebut adalah warga negara Myanmar berusia 23 tahun bernama Thet Wai Phooe.
“Saya senang bisa mendapatkan izin mengemudi lebih cepat dan merasa lebih termotivasi dalam bekerja,” kata Thet Wai Phooe.
Sebelum diizinkan mengemudi, pekerja wajib mengikuti pelatihan penanganan operasional darat bandara.
Pekerja juga harus menjalani evaluasi di sekolah mengemudi dan lulus ujian untuk berkendara di area terbatas.
Selain itu, para pengemudi diwajibkan mengikuti tes bakat mengemudi setiap tahun.
JAL Ground Service menyatakan sekitar 15 warga negara Myanmar lainnya berencana mengikuti ujian dalam program tersebut.
Sementara itu, maskapai di Jepang terus memperluas perekrutan pekerja asing melalui program visa Specified Skilled Worker.
Namun, perusahaan menghadapi kendala karena pekerja tanpa SIM Internasional berdasarkan Konvensi Jenewa tentang Lalu Lintas Jalan tidak dapat langsung mulai bekerja.
Baca juga: Cerita Sopir Indonesia Mengaspal di Jepang, Dari Proses SIM hingga Jalani Seleksi Ketat
© Kyodo News
Pengalaman baca menyeluruh tanpa iklan.