0
News
    Home Berita BPJS PBI Featured Kesehatan Mensos Spesial

    Blak-blakan! Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI JK - Viva

    4 min read

     

    Blak-blakan! Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI JK

    Jakarta, VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan sebanyak 54 juta masyarakat miskin yang berasal dari desil 1 sampai 5 belum masuk ke dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

    Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Bareng Menteri Bahas BPJS Kesehatan PBI Nonaktif

    Sedangkan, ada belasan juta warga yang merupakan desil 6-10 justru tercatat sebagai penerima PBI JK.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat konsultasi bersama pimpinan DPR RI terkait kisruh BPJS Kesehatan PBI nonaktif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 9 Februari 2026.

    Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Dinilai Tak Langgar Prosedur

    Desil 1 sampai 5 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan mulai dari sangat miskin hingga menengah. Sementara desil 6-10 dikategorikan sebagai warga kelas menengah hingga menengah ke atas.

    "Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," kata Gus Ipul dalam rapat.

    Gerindra Masih Kaji Ambang Batas Parlemen, Belum Ada Hasil Final

    Sedangkan, kata dia, jumlah warga dari desil 6-10 yang terdata menerima PBI JK sebanyak 15 juta orang.

    "Sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima. Desil 6 sampai 10 dan Non-Desil—nanti mohon ini BPS bisa menjelaskan lebih rinci—mencapai 15 juta lebih," tuturnya. 

    "Dimana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu," sambung Gus Ipul.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Gus Ipul menjelaskan, data tersebut belum sepenuhnya sempurna. Sehingga, masih perlu untuk dilakukan ground check secara lebih luas.

    "Ini adalah data yang kita peroleh pada tahun 2025. Oleh karena itulah kemudian kita mencoba untuk memanfaatkan desil ini, dengan asumsi bahwa desil ini belum sepenuhnya sempurna. Kita masih perlu melakukan ground check lebih luas lagi. Karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-ground check hanya 12 juta KK lebih," pungkas Gus Ipul.


    Komentar
    Additional JS