0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Mau Bangkitkan Industri RI buat Genjot Lapangan Kerja - detik

    4 min read

     

    Prabowo Mau Bangkitkan Industri RI buat Genjot Lapangan Kerja



    Foto: Presiden Prabowo Subianto di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur (dok. screenshot)
    Jakarta -

    Presiden Prabowo Subianto punya rencana besar untuk membangkitkan sektor industri dalam negeri. Dia menetapkan target selama 2-3 tahun ke depan Indonesia bisa kembali menjadi negara industri.

    Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan pemerintahan yang dia pimpin akan memimpin industrialisasi besar-besaran di dalam negeri. Dengan industrialisasi, lapangan kerja juga akan banyak terbuka.

    "Saudara-saudara sekalian, kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia. Kita juga akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia. Dalam 2-3 tahun ini, kita akan membangkitkan seluruh industri kita," kata Prabowo saat bicara dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan virtual, Minggu (8/2/2026).

    Prabowo menekankan Indonesia bakal jadi negara maju di bawah kepemimpinannya. Seluruh rakyat akan memiliki kehidupan yang layak.

    "Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju, di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan teknologi dan kehidupan yang layak," ungkap Prabowo.

    Salah satu langkah pertama industrialisasi yang digeber Prabowo adalah dimulainya beberapa proyek hilirisasi prioritas yang dibesut BPI Danantara. Prabowo pernah bilang proyek-proyek hilirisasi ini akan menyerap investasi ratusan triliun rupiah.

    "Kita juga dalam waktu beberapa minggu ini, kita akan mulai, kita harapkan minimal 6 proyek hilirisasi. Mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih US$ 6 miliar," ujar Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden , Senin (12/1/2026) yang lalu.

    Janji Prabowo soal proyek hilirisasi tersebut pun benar-benar berjalan. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah resmi memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi secara serentak di beberapa kota Jumat kemarin.

    Proyek tersebar di beberapa daerah, yakni di Cilacap, Jawa Tengah, lalu di Malang, Gresik, dan Banyuwangi, Jawa Timur, serta di Mempawah, Kalimantan Barat. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan nilai investasi yang digelontorkan untuk seluruh proyek ini mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 118,14 triliun (kurs Rp 16.878).

    "Dengan enam proyek hilirisasi yang dicanangkan pada hari ini memang berjumlah, total investasinya mencapai US$ 7 miliar," ungkap Rosan dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase-I di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026) kemarin.

    Rincian Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi:
    1. Pembangunan Smelter Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat
    2. Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat
    3. Pembangunan pabrik bioetanol di Cilacap, Jawa Tengah
    4. Pembangunan pabrik bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah
    5. Pembangunan fasilitas integrated poultry (pengolahan ternak ayam terintegrasi) di Malang, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Sumbawa
    6. Pembangunan pabrik garam di Gresik




    (acd/acd)

    Komentar
    Additional JS