0
News
    Home Berita Featured Kasus Pendidikan Spesial

    Bocah SD Bunuh Diri di NTT, Anggota DPR: Semoga Bangsa Ini Sadar agar Tak Terjadi Lagi - Viva

    6 min read

     

    Bocah SD Bunuh Diri di NTT, Anggota DPR: Semoga Bangsa Ini Sadar agar Tak Terjadi Lagi



    Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kasus bocah SD yang mengakhiri hidupnya secara tragis di Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk tidak terulang kembali.

    Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif

    Menurut dia, meski negara belum mampu mengentaskan kemiskinan secara total, keluarga dan lembaga masyarakat seharusnya turut prihatin untuk bertanggung jawab atas timbulnya kondisi tersebut.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Semoga dari peristiwa (itu) kita semua di bangsa ini, di masyarakat ini sadar, sehingga tidak terjadi lagi," kata Andreas di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

    Kasus Bunuh Diri Anak di NTT, KemenPPA Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak

    Surat yang ditulis bocah kelas 4 SD di Ngada NTT sebelum bunuh diri

    Photo :
    • Ist

    Dia merasa kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani.

    Memahami Faktor yang Mendorong Anak Mengakhiri Hidupnya, Pentingnya Peran Keluarga dan Lingkungan

    Untuk itu, dia pun meminta kepada pihak kepolisian agar menyelidiki dan menjelaskan penyebab kasus tersebut.

    Pemerintah daerah, kata dia, juga harus secara serius menangani keluarga dari bocah tersebut.

    Bagaimanapun, kata dia, kasus itu menjadi tamparan bagi seluruh pihak, karena bocah itu diduga putus asa dan merasa hilangnya perhatian dan kasih sayang, baik dari keluarga dan masyarakat.

    "Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa," kata dia.

    Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

    Photo :
    • VIVA.co.id/Edwin Firdaus

    Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. (Ant)


    Komentar
    Additional JS