Buah Sukun yang Dulu Diremehkan, Kini Jadi Pangan Lokal Bergizi dan Berkelanjutan - Pikiran Rakyat
PR JATENG - Selama ini buah sukun kerap dianggap sebagai pangan tradisional biasa.
Namun, di balik tampilannya yang sederhana, buah sukun ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber pangan bergizi dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Mengutip informasi dari akun Instagram @tvtaniindonesia, buah sukun memiliki kandungan air cukup tinggi, yakni sekitar 65 hingga 85 persen.
Baca Juga: Buah Sukun, Pangan Lokal yang Terlupakan: Dulu Penyelamat, Kini Kian Tersisih
Selain itu, sukun mengandung protein 1,2–1,4 persen serta karbohidrat 28–79 persen yang menjadikannya sumber energi alami.
Tak hanya itu, sukun juga kaya akan serat, vitamin C, kalium, magnesium, antioksidan alami, serta asam amino esensial.
Kandungan tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Baca Juga: Unik! Begini Cara Orang China Menikmati Buah Sukun, Dimakan Langsung Tanpa Dimasak
Serat pada buah sukun diketahui mampu melancarkan sistem pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol.
Sementara vitamin serta mineralnya berkontribusi dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga fungsi jantung tetap optimal.
Dalam kehidupan sehari-hari, sukun bisa dikonsumsi dengan beragam cara.
Baca Juga: Jamblang, Buah Pinggir Jalan yang Kaya Manfaat: Dulu Diremehkan, Kini Bikin Penasaran
Buah ini dapat dimakan langsung saat matang, digoreng, dikukus, hingga diolah menjadi keripik, tepung, maupun aneka makanan olahan lainnya.
Melihat kandungan dan kemudahan pengolahannya, buah sukun dinilai memiliki peluang besar sebagai pangan lokal alternatif yang bergizi, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan buah sukun secara optimal juga dapat mendukung ketahanan pangan berbasis potensi daerah.
Baca Juga: Buah Tin, Tanaman Purba dengan Fakta Unik yang Jarang Diketahui
Kini, buah yang dulu sering dipandang sebelah mata itu mulai dilirik kembali sebagai solusi pangan masa depan yang menyehatkan sekaligus berkelanjutan.***