0
News
    Home Beras Berita Bulog Featured Spesial

    Bulog Ungkap Rencana Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Asia Tenggara 2026 Ini - KOMPAS

    6 min read

     

    Bulog Ungkap Rencana Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Asia Tenggara 2026 Ini

    KOMPAS.com – Perum Bulog menargetkan negara-negara Asia Tenggara sebagai tujuan utama ekspor beras pada 2026 seiring tercapainya swasembada beras nasional.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog mendapat penugasan mengekspor sekitar 1 juta ton beras sebagai bagian dari strategi perluasan pasar pangan Indonesia di kawasan regional.

    Pernyataan tersebut disampaikan Rizal dalam Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu.

    “Target utama ekspor beras adalah negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini,” ujar Rizal, sebagaimana diberitakan Antara pada Minggu (8/2/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Harga Bahan Pokok Awal 2026: Beras, Cabai, Daging, hingga Minyak Goreng Terbaru

    Ia menyebut negara-negara tersebut dipilih karena memiliki kedekatan geografis serta kebutuhan beras yang masih terbuka untuk kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

    Koordinasi diplomasi perdagangan hingga atase militer

    Rizal menjelaskan, Bulog telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung realisasi ekspor beras tersebut.

    Koordinasi dilakukan dengan atase perdagangan di negara tujuan, serta melibatkan atase militer untuk memperlancar komunikasi dan diplomasi lintas negara.

    “Proses komunikasi juga dibantu atase-atase militer agar rencana ekspor ini bisa berjalan sesuai harapan,” kata Rizal.

    Ia optimistis langkah diplomasi tersebut akan mempercepat proses distribusi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan beras regional.

    Baca juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Tidak Jadi Dikembalikan, Disalurkan Muhammadiyah, Apa Alasannya?

    Pasokan beras lokal untuk Jamaah Haji 2026

    Selain ekspor ke negara Asia Tenggara, Bulog juga mendapat penugasan menyiapkan beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

    Rizal mengatakan, Bulog diminta mengekspor sekitar 4.000 ton beras guna memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

    Penugasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebiasaan konsumsi jamaah Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.

    “Kami mendapat perintah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan terkait pengiriman beras tersebut,” ujarnya.

    Ia menambahkan, rencana pengiriman beras haji akan diputuskan melalui rapat koordinasi terbatas, dengan target pengiriman dilakukan sekitar Maret 2026.

    Baca juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Batal Dikembalikan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Rizal menyatakan keyakinannya bahwa seluruh target ekspor, baik ke Asia Tenggara maupun untuk kebutuhan jamaah haji, dapat terealisasi melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan berbagai pihak terkait.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.

    Komentar
    Additional JS