0
News
    Home Bromo Featured Kasus Spesial Wisata Wisata Indonesia

    Dicurinya 7 Koper Turis Thailand di Bromo Bikin Pelaku Wisata Ketar-ketir - detik

    4 min read

     

    Dicurinya 7 Koper Turis Thailand di Bromo Bikin Pelaku Wisata Ketar-ketir


    L
    Probolinggo -

    Aksi pencurian terhadap 7 koper milik rombongan turis Thailand saat liburan di Bromo membuat para pelaku wisata di sana ketar-ketir.

    Koper-koper tersebut dilaporkan hilang saat rombongan wisatawan tengah bersiap melanjutkan agenda perjalanan wisata di Bromo.

    Hilangnya tujuh koper milik wisatawan asal Thailand itu terjadi di depan Pendopo Sukapura atau sebelah barat Museum Tengger, Minggu pagi (15/2) saat mobil yang mengangkut barang bawaan mereka diparkir di sana.

    Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait keberadaan tujuh koper itu maupun identitas terduga pelaku.

    Peristiwa memalukan ini tentu saja memicu keprihatinan dan kekhawatiran para pelaku usaha wisata di kawasan Gunung Bromo. Andrey, pemilik agen perjalanan wisata WBC yang beroperasi di kawasan Bromo, menyayangkan keras insiden tersebut.

    Menurut dia, kejadian ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Bromo di mata internasional.

    "Dari pihak saya sangat disayangkan kalau citra wisata dirusak oleh oknum yang ngakunya pelaku wisata, tapi kelakuannya mencuri barang milik tamu. Kejadian ini sudah jadi bukti kuat kurangnya SDM wisata di kawasan Bromo," ujar Andrey, Rabu (18/2/2026).

    Ia juga menyoroti persoalan sumber daya manusia (SDM) di kalangan sopir Jeep wisata Bromo. Andrey mengaku masih sering menemukan kasus barang tertinggal di kendaraan yang awalnya dibantah oleh sopir.

    "Di kalangan sopir Jeep Bromo juga masih terbilang kurang SDM-nya. Gak sekali dua kali nemuin sopir Jeep yang bilang gak ada barang ketinggalan di mobilnya. Ketika diperiksa ulang dengan berbagai elakan dari sopirnya, ternyata ketemu barangnya di Jeep tersebut," tegasnya.

    Menurut Andrey, jika Bromo ingin benar-benar menjadi destinasi wisata yang layak dan profesional, seluruh pelaku wisata baik sopir, agen, maupun pelaku lokal harus memiliki legalitas jelas serta menjunjung tinggi pelayanan prima.

    "Kalau mau dikatakan wisata yang layak, pelaku lokal, sopir, dan agen kudu punya legalitas yang baik dan pelayanan bagus. Bukan malah cari kesempatan untuk mengambil barang milik tamunya. Ini sudah parah banget kalau sampai koper yang diambil," tambahnya.

    Ia menegaskan, kasus hilangnya tujuh koper tersebut harus diusut tuntas dan pelaku wajib ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    "Kasus ini perlu diusut sampai tuntas, dan pelakunya wajib ketangkap. Biar nanti saat diinterogasi bisa jelas apakah memang ada permainan atau tidak. Kalau sudah ada permainan, berarti perlu disikat habis oknum itu, dipenjarakan dan diproses hukum," ujarnya.

    Andrey juga mengingatkan bahwa apabila sampai mendapat perhatian dari Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, maka persoalan ini menunjukkan tingkat keseriusan yang tidak bisa lagi dianggap remeh.

    Kejadian pencurian harta benda milik wisatawan asing dinilai sangat merugikan. Selain memalukan, insiden ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bromo.

    Kejadian ini sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku wisata setempat. Pelaku usaha pariwisata pun berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini demi menjaga reputasi pariwisata di kawasan Gunung Bromo yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur dan Indonesia.

    ---------

    Artikel ini telah naik di detikJatim.







    (wsw/wsw)

    Komentar
    Additional JS