Dukung FOLU Net Sink 2030, Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan - SindoNews
Dukung FOLU Net Sink 2030, Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:50 WIB
Menhut Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta, belum lama ini. Kedua belah pihak meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Keempat. Foto: Ist
JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta, belum lama ini. Kedua belah pihak resmi meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat. Program ini merupakan kelanjutan dari Small Grant Periode Ketiga yang diluncurkan pada Agustus 2025.
“Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat,” ujar Raja Juli.
Baca juga: Respons Perubahan Iklim, FOLU Net Sink Diimplementasikan hingga Desa
Small Grant merupakan salah satu skema pendanaan untuk mendukung pencapaian target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, yang didukung melalui kerja sama Indonesia-Norwegia dengan mekanisme Result-Based Contribution (pendanaan berbasis hasil). Dana disalurkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Raja mengungkapkan tantangan perubahan iklim dan pemanasan global itu nyata. Waktu yang ada pun sangat terbatas untuk melakukan mitigasi, sehingga kerja sama seperti ini harus terus diperkuat.
Hingga tiga periode pelaksanaan, program ini telah menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat, dengan total 31.512 penerima manfaat yang tersebar di 36 provinsi.
Program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan dikembangkan sebagai instrumen pendanaan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dan inklusif dalam upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan iklim.
Penerima manfaat mencakup berbagai kelompok masyarakat sipil, mulai dari generasi muda, kelompok perhutanan sosial, hingga pegiat konservasi dan pelestarian alam.
Menteri Asmund Aukrust mengapresiasi komitmen Indonesia melibatkan masyarakat dalam aksi iklim. Perubahan iklim adalah krisis paling global yang kita hadapi.
"Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendiri. Karena itu, kemitraan antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting.” ujarnya.
Sejauh ini, Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas capaian luar biasa Indonesia dalam menurunkan deforestasi. Ini menunjukkan komitmen bersama yang nyata.
Menteri Asmund Aukrust mengatakan program small grant fase keempat ini juga bukti bahwa dukungan harus sampai kepada masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan.
“Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Tetangga Indonesia Tembakkan Rudal Tomahawk untuk Pertama Kalinya